PSSI: FIFA Akan Datang ke Indonesia 2-3 Hari ke Depan

ADVERTISEMENT

PSSI: FIFA Akan Datang ke Indonesia 2-3 Hari ke Depan

Mercy Raya - Sepakbola
Kamis, 06 Okt 2022 20:04 WIB
Logo PSSI
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta -

PSSI memastikan FIFA akan datang ke Indonesia dalam hitungan dua sampai tiga hari ke depan. Tapi PSSI tidak menyebut kapan pastinya.

Seperti diketahui, tragedi Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) menyita perhatian publik dunia setelah kasusnya menelan 131 korban jiwa. Pemerintah bahkan sampai turun tangan dengan membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TIGPF) guna mencari fakta-fakta terkait peristiwa tersebut.

Presiden RI Joko Widodo bahkan juga turun tangan berbicara kepada Presiden FIFA, Gianny Infantino, terkait tragedi Kanjuruhan tersebut. Kalau-kalau Indonesia mendapat sanksi atas Tragedi Kanjuruhan.

Sampai kini memang belum ada kepastian apakah Indonesia akan disanksi menyusul peristiwa memilukan tersebut. Tapi yang pasti, FIFA akan datang ke Indonesia dalam waktu dekat.

"FIFA ini sebuah badan independen, yang harus dijaga independensinya. Dia akan datang ke Indonesia dalam kurun waktu dua sampai tiga hari ke depan, tapi dia tidak mau untuk disampaikan kepada publik bahwa saya datang ke Indonesia. Jadi tolong itu dihargai," kata Wakil Ketua Umum PSSI, Iwan Budianto, di Wisma Kemenpora, Kamis (6/10/2022).

"Jadi kalau ditanya tadi, iya akan ada, tapi kapan? Saya nggak bisa ngomong," dia mempertegas.

Iwan sekaligus menegaskan tidak ada rencana pembahasan soal potensi sanksi buat Indonesia. Sebaliknya, FIFA diklaim PSSI akan didukung secara penuh terkait pemulihannya.

"Jadi sehari setelah kejadian, kami dari kesekjenan komunikasi aktif dengan FIFA, bahkan bagaimana Presiden Gianni berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo pun, adalah komunikasi FIFA dengan kesekjenan kami," kata Iwan.

"Beliau meminta call Pak Erick (Thohir) ke Bapak Presiden Jokowi untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungannya. Beliau sampaikan melalui kesekejenan FIFA dan komunikasi dengan kesekejanan kami. Beberapa tragedi terbesar di dunia di Estadio Nacional Disaster, Lima Peru, Peru 1964, kemudian menyebabkan sepakbola di negara tersebut menjadi sangat maju," ujarnya.

"Maka beliau mendukung Indonesia untuk memulihkan ini dan tidak berbicara dengan sanksi-sanksi. Mereka bahkan akan men-support secara tim atau finansial untuk memperbaiki infrastruktur di Indonesia," kata Iwan.

(mcy/krs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT