Aremania yang Pertama Kali Masuk Lapangan Disebut Cuma Mau Peluk Pemain

ADVERTISEMENT

Aremania yang Pertama Kali Masuk Lapangan Disebut Cuma Mau Peluk Pemain

M Bagus Ibrahim - Sepakbola
Jumat, 07 Okt 2022 12:00 WIB
Aremania masuk ke lapangan ingin peluk pemain
Foto: Dok. Istimewa/Tangkapan Layar
Jakarta -

Tragedi Kanjuruhan diawali adanya suporter Arema FC yang masuk lapangan. Disebut, Aremania yang pertama kali masuk lapangan itu cuma mau peluk pemain!

Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 menjadi sejarah paling kelam dunia sepakbola Indonesia. Ratusan nyawa melayang selepas pertandingan Derby Jatim, Arema FC vs Persebaya. Peristiwa memilukan itu ditengarai berawal dari adanya suporter yang masuk ke lapangan.

Dari berbagai video yang beredar di media sosial, awalnya ada 2 Aremania di tribun timur masuk ke lapangan. Mereka sebenarnya hanya ingin memeluk pemain. Ingin memberikan dukungan moril agar pemain bisa tampil lebih baik lagi di pertandingan berikutnya.

Salah seorang saksi, Dirham melihat detik-detik pertama kali dua Aremania turun ke lapangan dan menghampiri para pemain Arema FC. Dirham menyebut, mereka berpelukan.

"Saat itu saya pikir nggak rusuh, suporter ini ingin memeluk pemain saja. Mungkin aparatnya yang salah sangka," ujar Dirham, Kamis (6/10/2022).

Setelah itu, sekitar pukul 22.05 WIB pemain dan manajemen Arema FC kembali masuk ke arah lorong ganti pemain. Petugas keamanan, baik steward, polisi, dan tentara juga berada di area lapangan untuk mengamankan situasi.

Terpancing dengan aksi dua Aremania tersebut, suporter lain lantas ikut turun masuk ke lapangan. Petugas keamanan mencoba untuk mengamankan situasi dengan memukul mundur para suporter yang ada di dalam lapangan.

Namun, jumlah suporter yang turun ke lapangan semakin banyak. Petugas keamanan yang berada di area luar stadion pun ikut masuk, berusaha mengendalikan suporter yang ada di dalam lapangan.

Saat itu, kondisi tribun masih dipenuhi oleh suporter yang belum keluar dari Stadion Kanjuruhan. Sekitar pukul 22.07 WIB, petugas keamanan menggiring sedikit demi sedikit suporter yang masuk lapangan untuk kembali ke tribun.

Dua menit setelah itu, gas air mata ditembakkan beberapa kali oleh petugas keamanan. Tembakan tersebut mengarah ke lapangan dan tribun yang saat itu masih dipenuhi penonton.

"Saya tidak mengira kalau mau menembak ke atas (tribun) 11, 12 dan 13. Saya kira mau nembak (gas air mata) ke bawah (lapangan). Ya. akhirnya sama temen-temen berpencar (menyelamatkan diri)," kata Dirham.

Artikel ini sudah tayang di detikJatim, klik di sini untuk berita selengkapnya.

(aff/cas)

ADVERTISEMENT