Ketua Panpel Arema FC: Tragedi Kanjuruhan Dipantik Gas Air Mata!

ADVERTISEMENT

Ketua Panpel Arema FC: Tragedi Kanjuruhan Dipantik Gas Air Mata!

Lucas Aditya - Sepakbola
Jumat, 07 Okt 2022 18:30 WIB
Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris
Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris, menegaskan bahwa gas air mata menyebabkan Tragedi Kanjuruhan. (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Jakarta -

Ketua Panitia Penyelenggara Pertandingan Arema FC, Abdul Haris, akhirnya membuka suara usai ditetapkan menjadi tersangka Tragedi Kanjuruhan. Gas air mata ia sebut menjadi penyebab utama.

Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, sudah mengumumkan enam tersangka Tragedi Kanuruhan, Kamis (6/10/2022), di Malang, Jawa Timur. Dua di antaranya ada Dirut PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita, dan Abdul Haris. Lukita dan Haris disangkakan dengan 359 KUHP dan 360 KUHP, dan pasal 103 ayat 1 juncto pasal 52 UU No 11 2022 tentang Keolahragaan.

Tragedi Kanjuruhan terjadi setelah Arema FC dikalahkan Persebaya Surabaya 2-3 dalam lanjutan Liga 1 2022/2023. Ada 131 korban jiwa dalam tragedi itu.

Abdul Haris akhirnya muncul ke publik usai ditetapkan menjadi tersangka Tragedi Kanjuruhan. Dia meminta maaf, juga mengungkap penyebab utama sampai ada ratusan korban jiwa.

"Saya mohon untuk hari ini saya wakafkan diri saya, sisa-sisa hidup saya. Tidak apa-apa. Untuk Aremania yang telah berkorban, yang telah hilang nyawa mereka itu, saudara-saudara yang tidak berdosa yang nyawanya hilang karena pemantiknya adalah gas air mata," kata Abdul Haris seperti dikabarkan CNNIndonesia.

"Itu adalah yang saya tahu, jadi mohon maaf. Malam harinya saya juga masih keliling, evakuasi. Rekan-rekan Aremania yang tangannya patah langsung kita terapi. Sampai hari ini pun saya tetap keliling," kata dia menambahkan.

"Mungkin itu saudara-saudaraku. Intinya saya minta maaf sekali lagi, kepada para korban, sekali lagi mohon maaf atas ketidaksempurnaan. saya tidak bisa menyelamatkan saudara-saudaraku. Terima kasih," kata Abdul Haris.

(cas/krs)

ADVERTISEMENT