Gelar Managers Meeting, PT LIB Bahas Nasib Kelanjutan Liga 1

ADVERTISEMENT

Gelar Managers Meeting, PT LIB Bahas Nasib Kelanjutan Liga 1

Muhammad Robbani - Sepakbola
Minggu, 09 Okt 2022 12:45 WIB
Logo Liga 1, Logo Bri Liga 1, BRI Liga 1
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

PT Liga Indonesia Baru (LIB) menggelar Managers Meeting membahas nasib Liga 1 2022/2023. Kelanjutan kompetisi bergantung izin dari pemerintah.

Digelar secara virtual pada, Sabtu (8/10/2022), sore WIB, agenda Managers Meeting, dihadiri jajaran komisaris PT LIB yakni Juni Rachman (komisaris utama LIB), Ferry Paulus (komisaris LIB), Munafri Arifuddin (komisaris LIB), dan Andogo Wiradi (komisaris LIB).

Sementara itu hadir juga jajaran direksi LIB di antaranya Akhmad Hadian Lukita (Direktur Utama LIB), Sudjarno (Direktur Operasional LIB) dan Anthony Chandra Kartawiria (Direktur Keuangan LIB). Tidak ada klub yang absen pada agenda managers meeting kali ini.

Sudjarno mengatakan agenda managers meeting bersama 18 klub Liga 1 menghasilkan beberapa kesimpulan. PT LIB saat ini tengah menunggu arahan dari otoritas pemerintah perihal kelanjutan Kompetisi BRI Liga 1 2022/2023.

"Bahwa pertemuan rekan-rekan klub di Kemenpora akan dijadikan rujukan LIB bersama PSSI untuk berkoordinasi lebih intensif. Tentu menjadi kewajiban LIB, PSSI bersama-sama semuanya melakukan langkah-langkah koordinasi yang intensif untuk bisa mendapatkan kepastian," kata Sudjarno.

Selain itu, pihaknya juga akan mengabarkan segala perkembangan terbaru kepada para kontestan setiap harinya. Segala informasi ini tentunya dibutuhkan oleh setiap klub untuk menyiapkan program dan perencanaan yang dibutuhkan jika nantinya kompetisi dilanjutkan kembali.

"Kami dari LIB juga akan membuatkan opsi-opsi atau skenario-skenario yang sudah kita dapatkan dari masukan-masukan dewan komisaris atau juga para klub perihal kepastian kelanjutan kompetisi," ujar Sudjarno.

"Hasil pertemuan ini akan kami tindak lanjuti dan bakal kami laporkan ke federasi (PSSI)," ucapnya.

Liga 1 dan Liga 2 untuk sementara ditunda penyelenggaraannya atas perintah Presiden RI Joko Widodo. Orang nomor satu Indonesia itu meminta Tragedi Kanjuruhan harus dievaluasi tuntas dan perlunya perbaikan keamanan penyelenggaraan sepakbola di Indonesia.

(aff/nds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT