Madura United Tolak Wacana Sentralisasi Lanjutan Liga 1

ADVERTISEMENT

Madura United Tolak Wacana Sentralisasi Lanjutan Liga 1

Muhammad Robbani - Sepakbola
Minggu, 06 Nov 2022 19:01 WIB
Logo Klub Liga 1 mulai dari Arema, Bali United, Borneo FC, Bhayangkara, Madura United, Mitra Kukar, Persebaya, Persela, Perseru, Persib, Persija, Persipura, PS Tira, PSIS, PSM, PSMS, dan Sriwijaya
Madura United tak setuju Liga 1 kembali digelar terpusat. (Foto: Infografis Detiksport)
Jakarta -

Madura United menolak wacana lanjutan Liga 1 2022 digelar dengan sistem sentralisasi. Laskar Sape Kerab mau kompetisi tetap menggunakan format home-away.

Dinilai Madura United, format sentralisasi tak memberikan keuntungan terkait perputaran uang di sepakbola. Hal itu berkaca pada Liga 1 2021 dimana kompetisi diputar di venue netral.

Wacana sentralisasi lanjutan Liga 1 muncul ke permukaan lantaran situasi sepakbola Indonesia saat ini. Selain ada tiga klub yang tak bisa memakai kandangnya karena Piala Dunia U-20 2023, beberapa stadion juga harus dipugar dengan menyesuaikan standar FIFA.

"Kami mau home-away sudah pasti. Tidak boleh lagi ada sentralisasi kompetisi lagi. Sentralisasi kompetisi akan melahirkan dampak yang luar biasa juga," kata Direktur Utama PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq, kepada wartawan.

"Terus, apa gunanya jika kita kemarin mau memulai kompetisi sekarang, bisnis di putaran kompetisi ini terdapat industri UMKM, pekerja sektor, semuanya bergerak," ujarnya menambahkan.

Selain rencana mengubah format, ada juga potensi lanjutan Liga 1 tak akan bisa dihadiri penonton. Hal itu tak terlepas dari Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang, jaminan keamanan penonton saat ini sedang dikaji.

Menurut Zia, dua wacana itu dikhawatirkan akan menutup sumber pendapatan klub. Sebab, kebanyakan klub Liga 1 memang mengandalkan penjualan tiket sebagai sumber pendapatan utama.

"Kalau di-bubble lagi tidak ada yang seperti itu lagi. Jadi, in-depth impact itu penting. Namun, tetap dalam rangka kita menjaga kebersamaan dan juga ketertiban," ucap Zia.

"Kalau penonton tidak ada, dapat duit darimana? Sepakbola itu sumber pendapatan utamanya dari penonton, selain sponsor, merchandise, dan subsidi dari operator kompetisi itu sendiri," tuturnya.

(cas/bay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT