Beberapa Klub Liga 1 Kecewa Hasil Rekomendasi Komnas HAM

ADVERTISEMENT

Beberapa Klub Liga 1 Kecewa Hasil Rekomendasi Komnas HAM

Tim Detikcom - Sepakbola
Senin, 07 Nov 2022 22:45 WIB
Logo Liga 1
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta -

Beberapa klub Liga 1 menyayangkan Komnas HAM kurang merangkul aspek sepakbola dalam memberikan rekomendasi, yang meminta PSSI agar membekukan sementara seluruh pertandingan sepakbola.

Komnas HAM baru-baru ini telah menyampaikan hasil investigasi Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan nyawa pada awal Oktober. Komnas HAM kemudian mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada PSSI agar peristiwa nahas di Stadion Kanjuruhan tak pernah terjadi lagi di Tanah Air.

Salah satunya adalah mendesak PSSI untuk membekukan seluruh aktivitas sepakbola sampai ada standarisasi terhadap pengawas pertandingan di seluruh level kompetisi. Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, menilai perspektif Komnas HAM itu lebih kepada persoalan HAM-nya, tapi tidak melihat dari unsur sepakbolanya sama sekali.

"Dia tidak melihat dari perspektif bagaimana sepakbola ini bisa segera bergulir kembali. Dia tidak punya pertimbangan itu sama sekali," kata Achsanul dalam keterangannya.

Achsanul menilai Komnas HAM seharusnya lebih merekomendasikan tentang jaminan agar hak-hak asasi manusia dapat terakomodir dalam sepakbola, bukan malah merekomendasikan terkait kompetisi atau sepakbolanya. Jadi, lanjut dia, jika Komnas HAM masuk dalam ranah sepak bolanya, itu menjadi langkah yang terlalu jauh.

"Komnas HAM mestinya merekomendasikan, misalnya, demi keamanan penonton maka dalam menggelar kompetisi sepakbola harus memperhatikan apakah itu jam tayangnya atau instrumen-instrumen lain. Bukan sepak bolanya," kata Achsanul.

"Kalau begini bisa dibilang Komnas HAM agak offside lah," kata dia menambahkan.

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Umuh Muchtar juga telah meminta Komnas HAM tidak gegabah dalam mengeluarkan rekomendasi terkait pembekuan seluruh aktivitas sepakbola Tanah Air. Ia mengatakan, selama ini sepak bola bukanlah sekadar olahraga semata bagi bangsa Indonesia. Umuh menegaskan, sepakbola telah mempersatukan bangsa dan kesatuan bahkan tempat silahturahmi.

"Banyak yang menggantungkan hidup juga ke sepakbola. Kalau sampai dihentikan, bagaimana?" kata Umuh.

"Kalau sampai FIFA turun (tangan), kita dibekukan (karena melihat ada intervensi dari rekomendasi ini), di-banned delapan tahun, nangis semua. Nangis semua. Mau jadi apa?" kata Umuh menambahkan.



Simak Video "Komnas HAM Update Penyelidikan Kasus Mutilasi di Mimika"
[Gambas:Video 20detik]
(ran/bay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT