BLI: Persegi Janji-janji Melulu

BLI: Persegi Janji-janji Melulu

- Sepakbola
Senin, 24 Des 2007 21:25 WIB
Jakarta - Menanggapi kasus yang menimpa pelatih Persegi Bali FC, Henk Wullems, BLI mengaku sudah pernah mencoba menjadi penengah. BLI menilai Persegi hanya janji-janji melulu.

Seperti diberitakan, Persegi telah menunggak pembayaran surat izin kerja bagi Wullems selam kurang lebih setahun. Jumlah biaya yang belum dibayar tim asal Bali itu mencapai US$ 1200 atau sekitar Rp 11 juta.

Selain persoalan dengan otoritas keimigrasian, Persegi juga dilaporkan menunggak gaji Wullems (dan juga para pemainnya). Tujuh bulan bekerja membesut Persegi, pelatih asal Belanda itu baru dibayar satu bulan gaji. Dengan gaji yang kabarnya mencapai Rp 50 juta per bulan, tim berjuluk "Laskar Naga Sakti" itu berutang Rp 300 juta kepada Wullems

Kasus ini pun kemudian mengundang keprihatinan PSSI. "PSSI sungguh menyayangkan kejadian yang dialami oleh Wullems," ujar Ketua Badan Liga Indonesia (BLI) Andi Darussalam Tabussala saat berbincang dengan detiksport, Senin (24/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andi mengaku sudah pernah dilapori kasus Wullems ini. "Kami bahkan sudah pernah mempertemukan kedua belah pihak. Kami juga sudah pernah mengirim Pak Djoko (Driyono--Direktur Kompetisi BLI) untuk menyelesaikan masalah ini," lanjutnya. "Namun yang ada hanyalah janji dari Persegi bahwa kasus ini akan segera diselesaikan."

Janji surga Persegi tidak pernah terbukti. Akibatnya, Wullems mengancam akan melapor ke FIFA. Namun Andi berharap hal itu tidak terjadi. "Kalau nanti Persegi tidak mau membayar, FIFA akan memotong dana tahunannya ke PSSI. Ini akan merugikan semuanya," imbuh Andi lagi.

Saat ditanya mengenai solusi dari PSSI, Andi mengaku belum memilikinya saat ini. "Kami masih mempelajari kasus ini," kilahnya.

Bagaimanapun, Andi menghargai komitmen Wullems dan para pemain Persegi meski hak mereka terhambat. Bagi PSSI, kasus ini memberikan pelajaran berharga. "PSSI minta tahun depan klub tidak main-main lagi dalam persoalan finansial ini. Kami akan memberlakukan syarat yang lebih ketat soal kondisi keuangan klub," tandas dia mengakhiri percakapan.

Komentar dari Persegi belum bisa didapatkan. Saat dihubungi, terdengar nada sambung dari ponsel I Made Sumer (manajer Persegi) namun yang bersangkutan tidak mengangkat teleponnya.Β  (arp/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads