Robinho mendarat di kota Manchester pada bulan September lalu usai Manchester City resmi memboyongnya dari Real Madrid. Berbeda dengan Spanyol dan Brasil--negeri kelahirannya--cuaca di Inggris lebih dingin. Toh demikian, ia mengaku tak memiliki masalah dengan hal itu.
Ia masih menikmati suasana kota Manchester yang diakuinya memiliki banyak tempat menarik dan restoran-restoran Brasil yang memiliki hidangan lezat. Pria 24 tahun ini juga tak memiliki masalah dengan sosialisasi karena ia memiliki Elano Blumer, rekannya di City, yang bersedia mengajak dirinya jalan-jalan ke berbagai tempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menikmati Manchester sejauh ini. Elano mengajak saya berkeliling kota dan saya menikmatinya. Untuk makanan saya juga tak mempunyai masalah. Malahan di sini ada restoran Brasil yang enak di tengah kota."
Itu baru soal adaptasinya dengan kota Manchester. Bagaimana dengan bahasa? Karena belum sempat mengikuti kelas bahasa Inggris, kemampuannya dalam menggunakan bahasa internasional itu belum mahir. Alhasil kemampuannya pun masih sekelas "ala kadarnya". Tak heran ia sendiri pun memberi rapor buruk untuk kemampuannya berbahasa Inggris.
"Terkadang ketika saya meneriakkan sesuatu dalam latihan, mereka (rekan-rekan setimnya) menganggap itu lucu. Tetapi mereka mengerti maksud saya. Bahasa sepakbola adalah universal."
"Nilai bahasa Inggris saat ini adalah dua dari skala 10. Saya belum bisa mengikuti kelas bahasa Inggris karena saya masih tinggal di hotel. Namun, jika saya sudah pindah ke rumah saya sendiri, saya akan memiliki banyak waktu untuk belajar. Dalam enam bulan, nilai saya akan menjadi 10 dari skala 10," pungkasnya.
(roz/roz)











































