Satu dekade silam, Hull nyaris terbuang ke kompetisi non-liga. The Tigers berada di dasar klasemen Divisi Empat alias di tangga kelima hierarki sepakbola Inggris.
Di kasta yang lain, MU tengah menuju kejayaan mereka. The Red Devils saat itu tengah memburu tiga gelar: Liga Inggris, Liga Champions dan Piala FA. Di akhir musim, ketiganya akhirnya sukses dipetik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi lihatlah kenyataannya. Hull ada di posisi lima Premiership dengan nilai 20, satu tingkat di atas MU yang mengumpulkan 18 angka.
Dan hal yang tak terbanyangkan sebelumnya pun terjadi. Hull akan melawat ke Old Trafford, Sabtu (1/11/2008). Pertemuan ini akan jadi pertarungan pertama dalam 21 tahun, di mana ketika itu MU menang agregat 6-0 dalam partai Piala Liga.
Memang, Hull yang sempat terbang tinggi ke awan tengah pekan ini terbanting ke bumi. Tim asuhan manajer Phil Brown itu ditekuk oleh Chelsea di hadapan pendukung mereka sendiri dengan skor 0-3.
Tapi Hull tahu, mereka bisa memetik poin di mana saja. Termasuk di Emirates Stadium ketika mereka mengatasi Arsenal 2-1.
MU harus menyimak apa kata Arsene Wenger. Manajer Arsenal itu menilai Hull punya hak untuk membidik target tinggi.
"Hull layak mendapat banyak kredit. Mereka menjadi kejutan semenjak permulaan Liga. Mereka boleh bermimpi ke Eropa. Mengapa tidak?" ujar Wenger suatu waktu seperti dikutip Reuters.
"Mereka konsisten, jadi Anda harus mulai menganggap serius mereka di klasemen," tandas Wenger.
(arp/a2s)











































