Selama menjabat sebagai manajer Arsenal, Wenger telah mempersembahkan tiga trofi juara Premier League dan empat trofi Piala FA. Kemenangan atas Manchester United pada final Piala FA tahun 2005 membuahkan trofi terakhir yang dipersembahkan oleh pria asal Prancis itu.
Ketika akhirnya Chelsea dan MU bergantian menguasai Premier League dalam empat musim terakhir, Arsenal malah harus bersusah payah menemukan konsistensi permainan. Hal inilah yang kemudian mengundang banyak kritik. Wenger dianggap terlalu percaya kepada pemain muda dan enggan menggelontorkan banyak dana untuk membeli pemain bintang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saja kritik akan menyakiti seseorang. Tak pernah menyenangkan mendengar seseorang berbicara buruk mengenai cara kerja Anda," ujarnya dalam wawancara eksklusif dengan Setanta Sports.
"Begitulah sepakbola. Yang terpenting adalah meraih kemenangan. Semua orang menginginkan hasil dan jika Anda tak meraihnya, orang akan mulai bertanya-tanya."
"Tetapi, saya tak berpikir ini adil. Lihatlah dalam 12 tahun terakhir, saya pikir ia sudah melakukan pekerjaan yang luar biasa."
"Anda butuh kesabaran. Anda harus melihat usia rata-rata dari skuad ini. Mereka adalah tim yang sangat muda, skuad yang sangat muda, dan tentu saja mereka butuh waktu untuk belajar dari satu pertandingan ke pertandingan lain."
Musim ini, dari 17 pertandingan yang sudah dijalani, Arsenal baru meraih sembilan kemenangan. Sementara sisa laga lainnya berakhir dengan tiga hasil seri dan lima kekalahan. Mereka pun kini tercecer di urutan lima klasemen sementara dengan nilai 30, berselisih delapan angka dengan Liverpool si pemuncak klasemen.
(roz/din)











































