Duduk di tribun penonton stadion Vicarage Road, saat Chelsea menjadi tamu Watford di pertandingan babak kelima Piala FA, Sabtu (14/2/2009) malam, Hiddink cukup sering disorot kamera televisi yang menyiarkan langsung duel dua tim berbeda divisi itu.
Dari beberapa kali pengambilan gambar, hanya dia dan Abramovich yang sering di-shoot, sedangkan Chief Executive Peter Kenyon, nyaris luput dari perhatian walaupun juga duduk di sebelah Hiddink.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika Petr Cech kebobolan lebih dulu, orang super kaya dari Rusia itu tampak menghempaskan badannya ke sandaran kursi. Rona kekecewaaan tentu saja tertangkap jelas, tapi wajahnya tidak lantas "menekuk". Ia seperti mencoba untuk tetap tenang dan menjaga mood dengan melebarnya bibirnya.
Itu saat Chelsea tertinggal. Apalagi ketika Nicolas Anelka mencetak gol balasan, lalu gol kedua, dan ketiga. Abramovich lebih lebar senyumnya dan bertepuk tangan lebih riang. Pers Inggris memang pernah menyebutnya mirip bocah kalau sedang menonton bola dan timnya mencetak gol dan menang.
Nah, Hiddink tidak begitu. Setiap kali tertangkap kamera wajahnya selalu tampak serius. Bahkan ketika Chelsea kebobolan pun reaksi kekecewaannya nyaris tak jauh berbeda, walaupun air mukanya berubah sedikit.
Pada saat Anelka membuat gol penyama, ia tidak otomatis tersenyum. Tidak tampak ia bertepuk tangan. Baru setelah Anelka memastikan kemenangan Chelsea lewat gol ketiganya, orang Belanda itu lebih cair dan bertepuk tangan.
Tapi mungkin begitulah gaya masing-masing. Dibanding Abramovich yang "sekadar" penonton, Hiddink tentu saja sudah terbiasa mengendalikan emosi. Wajar, dia adalah orang yang sehari-harinya berada di pinggir lapangan, dan tugas utamanya adalah bertanggung jawab untuk urusan teknis permainan tim.
Namun, seusai pertandingan Hiddink tetaplah manusia biasa. Ia pun merasa senang atas hasil kerja Frank Lampard dkk, yang malam itu masih jadi hak asuh asisten manajer Ray Wilkins. Baru minggu depan pelatih timnas Rusia itu mulai menukangi The Blues untuk menghadapi tim kuda hitam Aston Villa.
Diungkapkan Wilkins, setelah pertandingan Hiddink menemui tim barunya itu ke dressing room dan memberikan apresiasinya dengan memberi ucapan selamat.
"Dia sangat senang," ujar Wilkins. "Dia tentu saja tahu bahwa dia punya sekelompok pemain hebat yang akan bekerja dengan dia, dan dia tak sabar untuk segera memulainya."
(a2s/krs)











































