Pernyataan Rio Ferdinand yang menolak memandang remeh Liverpool adalah gambaran betapa kedua klub yang menjadi seteru besar ini sesungguhnya saling punya rasa hormat. The Reds mungkin tengah terpuruk, tapi mereka tetap klub dengan tradisi kuat dan masih jadi salah satu yang ditakuti di Eropa.
Liverpool, dengan apapun argumennya, kini sedang menukik tajam dalam hal performa. Setelah menelan tiga kekalahan beruntun (atas Fiorentina, Chelsea dan Sunderland), mereka justru di permalukan oleh Olimpique Lyon saat bertanding di Anfield dalam ajang Liga Champions.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Malang buat Rafael Benitez, dia masih dalam posisi tak diunggulkan untuk menyudahi rentetan kekalahan anak didiknya. Dasarnya cukup solid: Steven Gerrard dan Fernando Torres yang masih dibekap cedera.
Belum ada pengumuman resmi dari pihak Liverpool terkait kehadiran dua pemain utamanya itu dalam laga yang akan dilangsungkan Minggu (25/0/2009) lusa itu. Tapi seperti sudah dikritik Graeme Souness, Rafa seperti tak bisa berbuat apa-apa jika dua pemainnya itu terpaksa harus menepi dari lapangan.
Padahal di sisi lain MU datang dengan kepercayaan diri tinggi. Keberhasilan menundukkan Bolton Wanderers pekan kemarin mengantar mereka menggusur Chelsea di puncak klasemen. Sementara tengah pekan lalu Sir Alex Ferguson berhasil mengantar anak didiknya menyamai rekor tak terkalahkan di 14 pertandingan milik Ajax Amsterdam setelah menundukkan CSKA Moskow.
Jika tuan rumah terancam tak diperkuat dua bintangnya, maka pasukan tim tamu akan datang dalam formasi lengkap. Fergie tak perlu khawatir ada pemainnya yang absen lantaran tak ada kabar cedera dari ruang perawatan.
Kalau kemudian pertarungan antara "Si Merah" dan "Setan Merah" menyerempet masalah harga diri, itu karena status kedua tim sebagai yang terbaik di tanah Inggris. Liverpool adalah penguasa di era 1970-an hingga menjelang 1990, sedangkan Manchester United menjadi raja usai Premier League mulai digelar di tahun 1992.
Keberhasilan MU menjuarai Liga Inggris musim lalu membuat mereka kini berdiri sejajar dengan Liverpool dalam hal jumlah titel juara liga (18 gelar). Setelah selama ini berada di bawah bayang-bayang seterunya, The Red Devils akan mengangkangi The Reds jika bisa kembali jadi juara di akhir musim nanti.
Jika alat ukurnya adalah jumlah trofi yang sudah dimenangkan, Liverpool kini masih unggul dengan total telah menjadi 58 juara di beragam kompetisi. Sedangkan MU sejauh ini sudah mengoleksi 56 titel juara.
The Reds mungkin sedang terpuruk, namun mereka pasti akan punya energi lebih untuk menghindari dipermalukan musuh abadinya di kandang sendiri. Sedangkan MU akan datang dengan ambisi besar untuk menang demi memutus dominasi lawannya sebagai klub tersukses di Negeri Ratu Elizabeth itu.
Jumlah Trofi Liverpool dan Manchester United
Liverpool
Liga Inggris: 18
Piala FA: 7
Piala Liga: 7
Community Shield: 15
Liga Champions: 5
Piala UEFA: 3
Piala winners: 0
Piala Super Eropa: 3
Piala Interkontinental: 0
Kejuaraan Dunia Antarklub: 0
MU
Liga Inggris: 18
Piala FA: 11
Piala Liga: 3
Community Shield: 17
Liga Champions: 3
Piala UEFA: 0
Piala winners: 1
Piala Super Eropa: 1
Piala Interkontinental: 1
Kejuaraan Dunia Antarklub: 1
(din/key)











































