Setelah menutup karirnya sebagai pemain sepakbola tahun 2006 lalu di Arsenal, Bergkamp konon sempat menolak berkecimpung di sektor kepelatihan. Kala ditawari menjadi pencari bakat Arsenal pun dia dilaporkan menggeleng.
Akan tetapi, pada prosesnya pria berusia 40 tahun itu malah mengikuti kursus kilat kepelatihan yang dikhususkan untuk para mantan pemain di Belanda. Tak hanya itu, Bergkamp kemudian menimba ilmu dengan magang di bekas klubya, Ajax Amsterdam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Aku ingin melatih dan bekerja di Inggris. Bukan sebagai pelatih utama tapi hanya sebagai anggota staf pelatih sehingga aku bisa bekerja dengan para penyerang," ceplos Bergkamp kepada majalah Belanda JFK yang dikutip Reuters.
Bergkamp yang mantan penyerang andal baik untuk klub mau pun di timnas Belanda tersebut punya alasan sendiri mengapa tak mau jadi pelatih utama, atau yang biasa disebut dengan sebutan manajer di Inggris.
"Pelatih utama adalah sebuah pekerjaan yang menuntut waktu 24 jam dan itu tak cocok buatku. Waktu masih bermain pun aku tidak begitu. Sebagai pelatih utama Anda akan pulang ke rumah, nonton video, pergi ke pertandingan lain, mempersiapkan latihan berikutnya... itu bukan sesuatu yang aku mau," lugas dia.
Tak berhubungan karena takut naik pesawat, kan, Bergkamp?
(krs/key)











































