Diberitakan Telegraph, sejak kedatangan keluarga Glazers di tahun 2005 lalu, pengeluaran net yang untuk investasi pemain sangat minim. Sejak Juni lalu saja, pengeluaran net MU untuk pembelian pemain baru 16,9 juta poundsterling.
Salah satu bentuk pengiritan terbaru yang dilakukan 'Setan Merah' adalah saat mereka membatalkan rencana untuk memboyong Adem Ljajic dari Partizan Belgrade. Padahal remaja 18 tahun itu hanya dibanderol seharga 10 juta poundsterling oleh klubnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih di periode yang sama, MU juga memilih untuk melepas Carlos Tevez ke klub tetangganya Manchester City. Striker Argentina yang sudah terang-terangan meminta bertahan di Old Trafford itu berharga 25,5 juta poundsterling
Kondisi tersebut jelas mengherankan lantaran kas 'Setan Merah' justru baru menggelembung menyusul penjualan Cristiano Ronaldo yang memecahkan rekor transfer. Yang kemudian jadi wajah baru di MU adalah Antonio Valencia dan Gabriel Obertan, yang total bernilai 20 juta poundsterling.
Pelitnya MU mengeluarkan uang untuk belanja pemain jelas dipertanyakan pendukungnya. Apalagi di saat bersamaan klub dianggap dapat banyak pemasukan dari penjualan CR7 dan harga tiket pertandingan yang terus naik.
"Apapun alasan untuk kegagalan transfer Ljajic, faktanya adalah klub seharusnya mampu bersaing dengan Real Madrid dan Barcelona untuk membeli pemain sekaliber Lionel Messi dan Kaka," ungkap Presiden Eksekutif Manchester United Supporters' Trust, Duncan Drasdo.
"Hal tersebut belum akan menjadi jelas sampai jendela transfer Januari, tapi dengan 80 juta poundsterling transfer Ronaldo, plus 25-30 juta poundsterling hasil kesepakatan lainnya, belanja sebesar 100 juta poundsterling harusnya baru mencapai titik impas," lanjut Drasdo.
"Suporter punya hak untuk menanyakan ke mana uang klub mengalir saat mereka diminta untuk membayar lebih banyak seiring meningkatnya harga tiket dalam beberapa tahun terakhir," pungkas dia.
(din/nar)











































