Stadion St. Andrews, Sabtu, 23 Februari 2008. Ketika itu Birmingham menghadapi Arsenal di laga lanjutan Liga Primer. Permainan sempat terhenti selama tujuh menit akibat Eduardo terkapar di lapangan.
Tekel keras yang dilancarkan Martin Taylor membuat pemain berpaspor Kroasia itu cedera parah. Istirahat panjang harus dijalani Eduardo. Ia baru kembali tampil di sepakbola level tertinggi setahun kemudian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Itu berarti manajer Arsene Wenger harus mempersiapkan Eduardo untuk jaga-jaga andai Bendtner terpaksa absen nantinya.
Bila diturunkan, mampukah Dudu mengatasi trauma yang ia dapatkan dua tahun silam? "Saya memang belum bicara dengan Eduardo sial hal itu. Tapi jelas peristiwa di waktu lalu bakal membebani pikirannya," kata Wenger seperti diberitakan Sky Sports.
Meski begitu manajer asal Prancis itu optimistis bahwa Eduardo mampu mengatasi trauma tersebut.
"Tekanan adalah bagian dari karir, untuk menunjukkan bahwa mental pemain cukup kuat untuk melalui situasi seperti ini," kata Wenger.
"Dan Eduardo memiliki mental yang sangat kuat. Dia mampu melewatinya. Pada akhirnya kami ingin dia bisa kembali tampil di St. Andrews dan menang. Sebab kemenangan hanyalah satu-satunya jalan agar kami dapat mengatasi situasi ini," pungkas manajer berjuluk The Professor itu.
(nar/mrp)











































