Balotelli dijual ke AC Milan setelah rumor mengenai hubungannya yang tidak harmonis dengan Roberto Mancini mulai terendus media. Beberapa saat sebelum kepergiannya ke Milan, Balotelli juga tampak bersitegang dengan Mancini dalam sebuah sesi latihan.
Di Milan, Balotelli seperti menemukan rumah baru. Gol demi gol dia ciptakan untuk Rossoneri dan membantu klub tersebut bangkit sejak memasuki tahun 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejujurnya, saya merindukan dia," ujar Milner seperti dilansir Sky Sports.
"Dia gila, suka menjadi pusat perhatian dan rasanya seperti memiliki bocah 12 tahun di dalam ruang ganti kami."
"Tapi, sebenarnya dia orang yang baik. Dia tidak macam-macam dan saya berharap dia sukses di Milan. Dia punya kemampuan dan saya harap dia bisa membuktikannya di Italia sana."
"Ada saat di mana Anda berpikir, 'Tidak, jangan (berbuat iseng) sekarang, Mario.'. Tapi, sangat sulit untuk membencinya, terlepas dari hal-hal gila yang dia lakukan," papar Milner.
Bersama City, Balotelli ikut berperan dalam hadirnya dua buah trofi. Trofi pertama adalah Piala FA 2011 dan yang kedua adalah juara Premier League 2012.
(roz/roz)











































