Wright Sebut Vardy Harus Siap Jalani Hidup yang Beda dari Sebelumnya

Wright Sebut Vardy Harus Siap Jalani Hidup yang Beda dari Sebelumnya

Kris Fathoni W - Sepakbola
Selasa, 01 Des 2015 15:37 WIB
Wright Sebut Vardy Harus Siap Jalani Hidup yang Beda dari Sebelumnya
Getty Images/Michael Regan
London - Mantan penyerang top Arsenal Ian Wright menyebut hidup Jamie Vardy harus siap menjalani hidup yang amat berbeda dari sebelumnya menyusul besarnya perhatian yang sekarang tercurah padanya. Wright tahu benar hal itu karena punya pengalaman mirip-mirip.

Akhir pekan lalu Vardy, yang bermain untuk Leicester City, baru saja memecahkan rekor Premier League setelah rutin mencetak gol dalam 11 pertandingan secara berturut-turut di ajang itu.

Keberhasilan itu membuat Vardy mematahkan rekor sebelumnya atas nama Ruud van Nistelrooy, mantan bomber Manchester United. Ia juga melakukan sesuatu yang tidak mampu dilakukan striker-striker lebih top macam Wayne Rooney, Diego Costa, atau Sergio Aguero.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam perjalanan Vardy dalam memecahkan rekor tersebut, salah satu kabar yang muncul menyertai adalah tentang sisi kehidupan pribadi; salah satunya tentang ketidakakurannya dengan orang tuanya sendiri.

"Bukanlah sebuah kebetulan bahwa ketika Vardy mulai mendekati rekor, muncul kisah tentangnya tidak bicara kepada orang tuanya selama lebih dari satu tahun--dan kabar itu tidak keluar dari pihaknya," sebut Wright di The Sun.

"Saya lebih tahu dari Jamie betapa, ketika namamu terangkat, hidup tak pernah lagi sama. Tapi saat ini ia merupakan nama terbesar dalam liga terbesar dunia. Dan saat itu terjadi tiba-tiba urusannya bukan cuma orang-orang bicara tentang sepakbola Anda."

"Yang membuat sedih, tentu saja, adalah ketika ada kisah-kisah terkait pihak yang dekat dengan Anda. Tapi jika, dalam kasus Jamie, itu karena (keluarganya) punya masalah dengan tunangannya, sehingga ia harus membuat keputusan."

"Jamie sudah melakukan itu dan saya memahami keputusannya. Saya juga sudah tak bicara enam tahun dengan saudara perempuan saya karena ia bersikap tak hormat kepada istri saya--ia tak minta maaf, jadi saya pun sudah membuat keputusan," tuturnya.

Mendasarkan pada pengalamannya, Wright menyebut bahwa Vardy harus bersiap menghadapi situasi-situasi serupa di masa depan. Ia sekarang ada di bawah lampu sorot dan apa pun terkait dirinya akan jadi kabar besar.

"Saat ini ia sudah digadang-gadang menjadi target klub semacam Manchester United dan ketika itu terjadi Anda sepenuhnya berada pada jajaran yang berbeda," ujarnya.

"Itu dulu terjadi pada saya. Di sebuah hari Jumat sebelum Crystal Palace menghadapi United di final Piala FA 1990, saya masih bisa menyusuri Brockley High Street dan tak ada yang menyapa."

"Pada hari Senin, setelah saya membuat dua gol, orang-orang akan menghentikan mobil untuk mendatangi dan bicara pada saya. Dan ketika saya ke Arsenal segalanya bertambah ramai," beber Wright.

Wright baru meninggalkan Palace untuk membela Arsenal dua bulan sebelum berulang tahun ke-28--sebuah usia yang ia nilai agak telat untuk mulai meniti karier di klub besar. Vardy sendiri akan berusia 29 tahun bulan Januari mendatang.

"Saya awalnya teken kontrak dengan Palace untuk tiga bulan, lalu setahun, lalu ada laju di ajang Piala itu dan kemudian kepindahan ke Arsenal. Tapi karena saya melakukannya cukup terlambat, saya tak pernah lupa betapa beruntungnya saya jadi pesepakbola," ucapnya.

"Ada kalanya situasi berjalan berat, tapi itu semua merupakan bagian darinya. Dan itulah sesuatu yang harus dijalani Jamie pada saat bintangnya kini sedang bersinar," papar Wright.




(krs/mrp)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads