Lallana Nilai Liverpool Harus Lebih Disiplin Saat Bertahan

Lallana Nilai Liverpool Harus Lebih Disiplin Saat Bertahan

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Senin, 15 Agu 2016 00:40 WIB
Lallana Nilai Liverpool Harus Lebih Disiplin Saat Bertahan
Foto: Getty Images Sport/Michael Regan
London - Liverpool sempat unggul lebar atas Arsenal sebelum kemudian menang tipis 4-3. Adam Lallana mengakui timnya perlu lebih baik saat bertahan.

Bertandang ke Emirates Stadium, Minggu (14/8/2016) malam WIB di pekan pertama Premier League 2016/2017, Liverpool tertinggal lebih dulu lewat gol Theo Walcott. Gol ini tercipta tak lepas dari kesalahan penempatan posisi Alberto Moreno, sehingga Walcott berdiri bebas di sisi kanan.

Setelah itu Liverpool bangkit. Tendangan bebas Philippe Coutinho menyamakan kedudukan tepat sebelum babak pertama berakhir. Diikuti gol-gol lain dari Adam Lallana, Coutinho (gol kedua), dan Sadio Mane. Tim besutan Juergen Klopp pun memimpin 4-1.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi kemudian mereka lengah. Alex-Oxlade Chamberlain dengan mudah menusuk dari sisi kiri, melewati dua pemain, dan menaklukkan Simon Mignolet dengan sepakan ke tiang dekat. Berikutnya Calum Chambers di dalam kotak penalti dengan leluasa menanduk tendangan bebas Santi Cazorla.

Aspek pertahanan ini diakui perlu diperbaiki, sementara lini depan sudah menunjukkan banyak hal positif. ESPN mencatat dengan penguasaan bola sebesar 49%, Liverpool melepaskan 16 percobaan dengan tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Sedang Arsenal punya sembilan upaya di mana lima menemui sasaran.

"Ini adalah sebuah pertandingan yang menarik. Kami tidak memulainya dengan begitu cerah setelah pramusim yang bagus, tapi memang selalu sulit bertandang ke Arsenal," kata Lallana kepada Sky Sports.

"Manajer memberikan sejumlah kata untuk kami di jeda pertandingan dan kami merespons dengan brilian. Kami sedikit lengah di skor 4-1, tapi Arsenal adalah tim top. Kami mau meraih sesuatu yang spesial di musim ini, kami harus lebih disiplin sebagai sebuah unit."

"Mungkin kami menunjukkan terlalu banyak respek untuk mereka di babak pertama. Kami keluar dari perangkap dengan melesat di babak kedua dan mendapatkan gol kedua, ketiga, dan keempat. Terasa agak tegang di 10 menit terakhir di bangku pemain," imbuhnya seperti dikutip BBC. (raw/rin)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads