Dyer dan Bowyer Minta Maaf

Dyer dan Bowyer Minta Maaf

- Sepakbola
Minggu, 03 Apr 2005 04:21 WIB
Jakarta - Kieron Dyer dan Lee Bowyer meminta maaf pada seluruh komunitas Newcastle United atas perkelahian mereka ketika berlangsung pertandingan tim tersebut melawan Aston Villa di St James Park, Sabtu (2/4/2005) malam WIB.Seperti diberitakan sebelumnya, di menit 82, saat tuan rumah tertinggal 0-3, tiba-tiba Dyer dan Bowyer beradu pukul cukup seru di tengah lapangan. Mereka dilerai kapten Villa Garet Barry sebelum pemain-pemain lain berdatangan.Karena membuat kekacauan di lapangan wasit langsung mengacungkan kartu merah kepada kedua pemain tersebut. Bowyer, yang terlihat lebih dulu memukul, keluar dengan kaos bagian depan sobek.Tak lama kemudian mereka tampil di depan publik dalam acara jumpa pers dan duduk diapit manajer Graeme Souness. Ketiganya berpakaian rapi dengan mengenakan jas dan dasi. "Kami meminta maaf pada fans, ketua klub, staf manajemen, seluruh pemain, dan semua orang yang terkait dengan Newcastle, keluargaku, dan semua orang yang menyaksikan kejadian tadi," ujar Bowyer yang terkenal bandel sewaktu masih memperkuat Leeds Unietd. Dyer, yang pernah dimusuhi suporter The Magpies di awal musim lantaran menolak bermain di posisi alamiahnya, menambahkan: "Kami adalah rekan setim. Kami memang punya ketidaksepakatan, tapi kami tak boleh berantam di depan 50 ribu orang. Kami betul-betul menyesal."Dari omongan mereka tidak tertangkap kalimat eksplisit bahwa Bowyer meminta maaf kepada Dyer, dan begitu pula sebaliknya.Bagi Souness insiden memalukan ini -- teman satu tim berkelahi hebat di lapangan -- baru pertama kali ia saksikan. Ia mengisyaratkan bahwa akan ada sanksi buat kedua pemain tersebut, tapi takkan diistirahatkan sampai akhir musim kecuali mengulanginya lagi.Ditambahkannya, Bowyer cenderung akan dihukum lebih berat karena memukul lebih dulu. Jotosnya kepada Dyer juga terlontar beberapa kali. Secara umum Souness melihat insiden ini terjadi karena kedua pemain itu tak mampu mengontrol emosinya dalam keadaan frutasi karena timnya kalah 0-3."Siapapun yang melihat kejadian itu akan sulit mengerti bagaimana rekan setim berbuat seperti itu," tandasnya. "Saya takkan memaafkan perbuatan mereka, tapi wasit memang mengecewakan dan rasa frustasi pemain-pemain kami setelah tertinggal 0-3 terlihat jelas ketika ada yang ingin bertinju." (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads