Fans MU Protes Langkah Glazer

Fans MU Protes Langkah Glazer

- Sepakbola
Jumat, 13 Mei 2005 11:17 WIB
Jakarta - Suporter Manchester United melakukan protes keras di luar stadion Old Trafford seiring pengambilalihan saham MU oleh konglomerat asal Amerika, Malcolm Glazer.Pengusaha sekaligus pemilik klub NFL Tampa Bay Buccaneers ini dilaporkan telah menguasai The Reds Devil dalam pengambilalihan bernilai 790 juta poundsterling (sekitar Rp 14 triliun). Glazer pun dipastikan menguasai 28,7% saham yang dimiliki miliuner pacuan kuda Irlandia, JP MacManus dan John Magnier, sehingga dia kini memiliki hampir 57 persen saham MU.Berita ini tentunya memantik protes dari penentang Glazer yang dari jauh-jauh hari sudah melakukan aksi ini. Untuk menunjukkan protesnya, sekitar 2000 orang melakukan aksi duduk di jalan utama menuju ke Old Trafford. Patung bergambar Glazer pun dibakar. Selain itu bendera dan spanduk bertuliskan Old Trafford "Not For Sale" juga dibentangkan, bahkan mereka mengancam tidak akan membeli tiket musiman MU.Hal ini tentunya menjadi tugas bagi pihak keamanan Manchester untuk meredam aksi ini. Alhasil, lima orang ditahan polisi Manchester dengan tuduhan menggangu ketertiban umum.Namun hal ini tidak menyurutkan semangat mereka untuk menyatakan protesnya. Jurubicara shareholders MU, yang mewakili 17 persen pemegang saham klub, Oliver Houston mengatakan kepada BBC, Jumat (13/5/2005) bahwa Glazer "bukanlah Roman Abramovich". "Dia tidak akan datang dengan koper penuh berisi uangnya sendiri. Artinya, dia meminta fans MU membiayai pengambilalihan, membayar harga tiket lebih mahal, dan memperbanyak barang jualan," kata Houston. Dirinya juga mengatakan bahwa pemegang saham merasa dikhianati oleh John Magnier dan JP McManus yang mau melepas sahamnya ke Glazer.Kekecewaan lain juga diutarakan Nick Towle selaku ketua pemegang saham MU. "Saya lepaskan tiket musiman saya. Saya tidak akan memberikan satu sen pun uang saya ke kantung orang ini," katanya.Namun Towle masih berharap bisa menghentikan upaya miliuner Amerika itu menguasai 75 persen saham. "Jika kita bisa mempertahankan 25 persen pemegang saham yang tersisa, itu tentu bagus sekali. Tapi, sepertinya akan menjadi perjuangan berat bagi kami," katanya.Ketua Asosiasi Suporter Independen MU, Jules Spencer bahkan mengatakan akan menempuh aksi yang lebih radikal lagi. "Jika memang begini akhirnya maka kami akan terus menendang dan berteriak," ungkapnya.Jules juga menambahkan bahwa mereka akan membuat klub baru yang akan meneruskan budaya, tradisi dan kejayaan MU selama 125 tahun jika pada akhirnya Glazer berkuasa. "Kami tidak menginginkan Glazer, kami ingin klub berjalan untuk fans dan hal ini yang akan kami lakukan," tambahnya lagi.Pengambilalihan MU ke tangan Glazer juga mencuri perhatian Menteri Olahraga Inggris, Richard Caborn. Dirinya mengatakan bahwa Glazer harusnya mendengarkan apa yang fans suarakan. "Siapapun yang memiliki MU pasti ada alasan komersil, tapi akan sangat bodoh dan tolol jika tidak memperhatikan pandangan dari fans," tukasnya. (ian/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads