sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 08 Okt 2019 10:56 WIB

MU-nya Solskjaer Paling Banyak Lepaskan Tembakan dan Bikin Peluang, tapi...

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Ole Gunnar Solskjaer mulai digoyang isu pemecatan. (Foto: Jason Cairnduff/Action Images via Reuters) Ole Gunnar Solskjaer mulai digoyang isu pemecatan. (Foto: Jason Cairnduff/Action Images via Reuters)
Jakarta - Dibandingkan tiga manajer Manchester United sebelumnya, Ole Gunnar Solskjaer menunjukkan niat menyerang lebih besar. Hanya saja penyelesaian akhirnya buruk.

Kinerja Solskjaer tengah disorot menyusul hasil-hasil buruk MU sepanjang musim ini. 'Setan Merah' tercecer di posisi 12 Liga Inggris dengan baru mengoleksi sembilan poin dari delapan pekan.

Marcus Rashford dkk mengumpulkan dua kemenangan dan tiga kali berimbang di periode itu. Jumlah poin mereka saat ini cuma berjarak dua poin dari zona degradasi.

Posisi Solskjaer sebagai manajer mulai digoyang isu pencopotan. Padahal awal periodenya berjalan manis: tanpa kekalahan di 12 pertandingan dengan 10 kemenangan dan hanya dua kali berimbang.


Namun sejak memasuki Maret, hasil-hasil MU mulai berubah. Dalam 17 pertandingan liga hingga melawan Newcastle United (6/10/2019) akhir pekan lalu, MU cuma meraih empat kemenangan!

'Setan Merah' menelan delapan kekalahan dan lima kali kalah dalam periode itu. Seburuk itukah MU? Di mana yang salah?

Di bawah arahan Solskjaer, MU terlihat punya niat untuk menyerang lebih besar ketimbang di bawah arahan tiga manajer permanen sebelumnya, yakni David Moyes, Louis van Gaal, dan Jose Mourinho.

Hal ini bisa ditangkap dari rata-rata jumlah percobaan yang dilepaskan Paul Pogba cs. Di bawah Solskjaer, rata-ratanya adalah 14,5 tembakan/pertandingan seperti dilansir Opta.


MU-nya Mourinho punya catatan paling mendekati, yakni 14,2 tembakan/laga. Sementara di era Moyes rata-ratanya adalah 13,4 per laga lalu 12,4 di bawah polesan Van Gaal.

Selain itu, MU milik Solskjaer punya rata-rata peluang mencetak gol paling baik yakni 1,65 per pertandingan. MU era Moyes dan Mourinho sama-sama mencatatkan 1,49 peluang/laga, dengan periode Van Gaal tercatat punya rata-rata 1,26 per partai.

Tapi tingginya rasio tembakan dan peluang bikin gol MU era Solskjaer itu tak dibarengi penyelesaian akhir yang mumpuni. Persentase konversi tembakan MU saat ini hanya 10,7%, yang mana menempati posisi terendah dibandingkan MU di bawah tiga manajer sebelumnya.

MU era Moyes punya persentase konversi tembakan terbaik, yakni 12,3%. Timnya Van Gaal ada di posisi berikutnya dengan 11,8%, diikuti timnya Mourinho dengan 11,4%.


Di bawah Moyes juga MU punya rasio gol per pertandingan terbaik, yakni 1,65. MU-nya Solskjaer hanya berada di posisi tiga dengan 1,55 gol/laga, diapit oleh timnya Mourinho (1,62 gol/laga) dan Van Gaal (1,46 gol/laga).

Tak mengherankan kalau keputusan Solskjaer dan MU melepas Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez tanpa mendatangkan pengganti disoroti. Catatan menunjukkan bahwa lini serang mereka tak baik-baik saja, setidaknya sejauh ini.

Simak Video "MU Incar 'Baby Mourinho' Gantikan Solskjaer?"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com