sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Jumat, 17 Jan 2020 15:32 WIB

Liga Inggris di Tengah Kemelut TVRI dan Helmy Yahya

Kadek Melda Luxiana - detikSport
Pembelian hak siar Liga Inggris menjadi salah satu penyebab dipecatnya Helmy Yahya dari posisi dirut TVRI. (Foto: Catherine Ivill/Getty Images)
Jakarta - Dewan Pengawas (Dewas) TVRI resmi memecat Helmy Yahya dari posisi Dirut LPP TVRI. Pemecatan Helmy Yahya ada kaitannya dengan siaran Liga Inggris.

TVRI mulai menjadi stasiun resmi yang menayangkan sepakbola Inggris pada musim 2019/20. TVRI menggantikan MNC, dan setiap pekannya menyiarkan dua pertandingan di setiap hari Sabtu dan Minggu di jam-jam tertentu.


Untuk menyiarkan Liga Inggris di Tanah Air, TVRI membeli hak siar dari Mola TV. Meski besarnya tidak disebutkan, namun harga hak siar Liga Inggris secara total mengalami peningkatan delapan persen menjadi 9,2 miliar paun (sekitar Rp 164 triliun) untuk tiga tahun ke depan pada 2019-2022.

Untuk nilai hak siar domestik, nilainya sebesar 5 miliar paun. Sementara untuk pasar internasional, nilai hak siarnya mencapai 4,2 miliar paun untuk menyiarkan 380 pertandingan per musim secara live.


Rupanya pembelian hak siar Liga Inggris yang bernilai fantastis menjadi salah satu polemik yang menyebabkan dipecatnya Helmy Yahya. Dewas TVRI beralasan bahwa pria berusia 56 tahun itu gagal menjelaskan hal-hal yang dipersoalkan dalam surat pembelaan dirinya sehingga jawabannya tidak diterima.

"Helmy Yahya tidak menjawab atau memberi penjelasan mengenai program siaran berbiaya besar antara lain Liga Inggris dari pelaksanaan tertib administrasi anggaran," kata Ketua Dewas TVRI, Arief Hidayat Thamrin dalam siaran pers yang dibagikan ke wartawan di Gedung TVRI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020).
Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com