sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 07 Apr 2020 08:45 WIB

Batal Rumahkan Pegawainya, Liverpool Minta Maaf ke Fans

Mohammad Resha Pratama - detikSport
LIVERPOOL, ENGLAND - NOVEMBER 05: The Liverpool logo is seen on a Christmas decoration prior to the UEFA Champions League group E match between Liverpool FC and KRC Genk at Anfield on November 05, 2019 in Liverpool, United Kingdom. (Photo by Alex Pantling/Getty Images) Liverpool tidak jadi rumahkan stafnya di tengah pandemi corona saat ini (Alex Pantling/Getty Images)
Liverpool -

Liverpool akhirnya mencabut keputusan merumahkan pegawainya di tengah pandemi corona. The Reds juga meminta maaf kepada fans atas kealpaannya itu.

Sebelumnya Liverpool memutuskan untuk mengistirahatkan semua pegawainya di saat kompetisi berhenti karena teror COVID-19. Langkah ini juga dilakukan Tottenham Hotspur, Newcastle United, Bournemouth, dan Norwich City.

Liverpool bahkan meminta bantuan pemerintah dengan skema bantuan di tengah bencana besar saat ini, yakni membayar 80 persen gaji para stafnya. Liverpool cuma membayar sisanya.

Langkah ini lantas dikritik habis oleh fans Liverpool termasuk dua mantan penggawanya Jamie Carragher dan Dietmar Hamann. Menurutnya, apa yang Liverpool lakukan tidaklah elok di saat sulit seperti ini.

Selain skema bantuan pemerintah itu hanya untuk sektor tertentu, Liverpool sebenarnya tidak dalam kondisi kesulitan keuangan. Malah Si Merah tengah meraup untung besar dalam dua tahun terakhir karena performa luar biasanya.



Dua hari setelah keputusan kontroversial itu, Liverpool membatalkannya dan akan mencari skema terbaik untuk menjaga keberlangsungan klub di tengah pandemi. Yang pasti Liverpool tidak butuh lagi bantuan pemerintah seraya meminta maaf atas keputusan yang terburu-buru itu.

"Kami telah berkonsultasi dengan seluruh stakeholders sebagai bagian dari proses yang bertujuan untuk mencapai hasil terbaik bagi semua pihak. Sejumlah skenario yang mungkin dipertimbangkan, termasuk tetapi tidak terbatas pada: menggunakan Skema Coronavirus Job Retention, yang membayar 80 persen dari gaji dan menjamin pembayaran 20 persen; menggunakan Skema Coronavirus Job Retention dengan jaminan untuk mengganti uang yang diterima di kemudian hari; dan, ketiga, mencari cara lain untuk menutupi biaya cuti kami," ujar CEO Liverpool, Peter Moore, dalam surat terbuka kepada fans yang dilansir situs resmi klub.

"Ini adalah hasil dari konsultasi panjang dan pertimbangan internal kami sendiri di berbagai tingkatan klub bahwa kami telah memilih mencari cara alternatif, meski kami bisa saja menggunakan skema bantuan pemerintah di tengah pandemi virus corona ini."

"Kami yakin apa yang kami lakukan dengan mengumumkan akan menggunakan skema bantuan pemerintah dan merumahkan para staf di saat ini adalah salah besar. Kami benar-benar meminta maaf untuk itu."

"Kami masih berniat penuh untuk memastikan seluruh pekerja kami mendapat perlindungan dari kemungkinan adanya pengurangan atau hilangnya pendapatan selama periode yang baru terjadi saat ini."

"Kami berkomitmen penuh mencari berbagai cara agar bisa terus beroperasi ketika tidak ada pertandingan sehingga kami tidak perlu mendapat bantuan pemerintah. Kami akui bahwa para staf dan pekerja lepas sudah bekerja tanpa lelah untuk memastikan Liverpool sebagai klub dengan standar tinggi."

(mrp/bay)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com