sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 06 Jun 2020 11:45 WIB

Klub Erick Thohir di Inggris Ikut Perangi Rasisme

Mohammad Resha Pratama - detikSport
OXFORD, ENGLAND - MAY 02: A General view outside the Kassam Stadium, home of Oxford United on what would have been the final weekend of the 2019/2020 season for EFL Clubs in The Championship, League one and League Two May 02, 2020 in Oxford, England. Sport is on hold while the world deals with the Coronavirus Covid-19 pandemic. British Prime Minister Boris Johnson, who returned to Downing Street this week after recovering from Covid-19, said the country needed to continue its lockdown measures to avoid a second spike in infections  (Photo by Catherine Ivill/Getty Images) Oxford United milik Erick Thohir perangi rasisme di sepakbola dan dunia (Getty Images/Catherine Ivill)
Oxford -

Kematian George Floyd jadi duka untuk seluruh warga dunia, termasuk pelaku sepakbola. Oxford United, klub Inggris milik Erick Thohir juga ikut bersimpati dan menyatakan perang kepada rasisme.

Floyd, yang berkulit hitam, tewas pekan lalu karena diinjak lehernya oleh pihak kepolisian Minneapolis. Alhasil, kematian tragis Floyd ini mengundang protes keras di penjuru Amerika Serikat.

Mereka menuntut keadilan untuk warga kulit hitam di AS ditegakkan sebenar-benarnya, karena selama ini golongan tersebut paling sering ditindas. Dukungan juga datang dari lapangan hijau terutama para pemain kulit hitam.

Tak cuma pemain, klub-klub Eropa juga turut menyuarakan protes atas pelecehan berbau rasial tersebut. Salah satunya datang dari klub League One atau setara divisi tiga di Inggris, Oxford United.



Klub yang sebagian sahamnya dimiliki Menteri BUMN Erick Thohir ini secara terbuka mendukung kampanye dalam memerangi rasisme dan ketidakadilan atas meninggalnya Floyd.

Lewat akun instagram Erick Thohir, Oxford United turut memberikan dukungannya lewat unggahan gambar hitam dan logo klub.

"Jangan hanya diam. Kita harus bersatu melawan rasisme dan semua ketidakadilan. Kita adalah Oxford United," ujar Erick.

[Gambas:Instagram]




Oxford saat League One dihentikan berada di urutan ketiga klasemen sementara dengan 60 poin dari 35 laga, selisih dua poin dari Rotherham United di posisi kedua dan tujuh poin dari Coventry City di puncak. Dua tim teratas di divisi itu bisa langsung lolos ke Championship sementara peringkat 3-6 akan melakoni playoff untuk mencari satu sisa tiket.

Oxford saat diambil Erick dan pengusaha Indonesia lainnya, Anindya Bakrie, cuma finis posisi ke-12 musim lalu. Kini mereka tengah menantikan kapan liga akan diteruskan mengingat Premier League sudah diizinkan bergulir 17 Juni

.

OXFORD, ENGLAND - MAY 02: A General view outside the Kassam Stadium, home of Oxford United on what would have been the final weekend of the 2019/2020 season for EFL Clubs in The Championship, League one and League Two May 02, 2020 in Oxford, England. Sport is on hold while the world deals with the Coronavirus Covid-19 pandemic. British Prime Minister Boris Johnson, who returned to Downing Street this week after recovering from Covid-19, said the country needed to continue its lockdown measures to avoid a second spike in infections  (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)Erick Thohir dan Anindya Bakrie saat meninjau langsung Oxford United.



"Kita melakukan perbaikan serta menerapkan investasi dengan baik dan tepat, terutama dalam memilih dan mengontrak pemain. Sehingga hasilnya cukup baik," kata Anindya dalam rilis kepada detikSport.

"Bisa juga keputusannya tidak diteruskan, dan Oxford melangkah promosi ke Liga Championship. Atau kompetisi tetap diputar, dan promosi melalui babak play off, bertanding dengan klub nomor empat, lima dan enam," sambung Anindya.



Simak Video "Erick Thohir Beberkan Biang Kerok Tagihan Listrik Membengkak"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com