sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 13 Agu 2020 21:10 WIB

Gaji Gede tapi Ogah Dipotong, Mesut Oezil Ungkap Alasannya

Okdwitya Karina Sari - detikSport
LONDON, ENGLAND - NOVEMBER 23:  Mesut Ozil of Arsenal during the Premier League match between Arsenal FC and Southampton FC at Emirates Stadium on November 23, 2019 in London, United Kingdom. (Photo by Shaun Botterill/Getty Images) Mesut Oezil membeberkan alasannya ogah menerima pemotongan gaji Arsenal. (Foto: Getty Images/Shaun Botterill
London -

Mesut Oezil dikecam usai menolak pemotongan gaji karena krisis finansial Arsenal akibat pandemi virus corona. Oezil bukannya tidak mau membantu Arsenal.

The Gunners terdampak pandemi virus corona sehingga mengambil langkah untuk memotong gaji pemain-pemainnya sebesar 12,5%. Hal itu dengan maksud agar Arsenal masih bisa mempertahankan gaji pegawai klub lainnya. Namun, pada pekan lalu Arsenal justru memberhentikan 55 pekerja yang memicu kekecewaan dari sebagian besar pemainnya.

Oezil menerima gaji GBP 350.000 (Rp 6,79 miliar) per pekan, yang menjadikan dia sebagai pemain berbayaran tertinggi di Arsenal. Namun, Oezil menjadi salah satu pemain yang menolak kebijakan pemangkasan gaji itu. Sikap yang kemudian membuat bintang sepakbola Jerman itu dikritik.

Namun, toh penolakan Mesut Oezil bukan tanpa sebab karena Arsenal tidak memberikan penjelasan yang cukup mengapa langkah itu mesti dilakukan.

"Sebagai pemain, kami semua ingin berkontribusi kok, tapi kami kan perlu informasi lebih banyak dan banyak pertanyaan yang tidak terjawab," ungkap Oezil kepada the Athletic. "Semua pemain tidak masalah kalau gaji ditangguhkan padahal ada banyak ketidakpastian - aku bahkan akan setuju untuk mengambil bagian yang lebih besar - dan kemudian potongan kalau memang diperlukan ketika prospek sepakbola dan keuangan lebih jelas. Tapi kami tak diberi banyak waktu tanpa konsultasi yang tepat."

"Bagi siapapun di situasi ini, Anda berhak untuk mengetahui segalanya, untuk memahami mengapa hal itu terjadi dan di mana uangnya mengalir. Tapi kami tidak mendapatkan jawaban rinci, kami cuma harus memberikan keputusan. Itu terlalu cepat untuk sesuatu yang penting seperti itu dan ada tekanan yang besar."

"Itu tidak adil, terutama untuk pemain-pemain muda dan aku menolak. Aku punya bayi di rumah dan memiliki banyak komitmen kepada keluargaku di sini, di Turki, dan di Jerman - untuk yayasan-yayasanku juga, dan juga sebuah proyek baru yang kami mulai untuk membantu orang-orang di London yang murni dari hatiku dan tidak dipublikasikan," sambung pemilik medali juara dunia itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com