sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Rabu, 02 Sep 2020 01:35 WIB

Arteta Hadirkan Mentalitas Juara di Arsenal

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
LONDON, ENGLAND - AUGUST 01: Mikel Arteta, Manager of Arsenal lifts the FA Cup Trophy after his teams victory in the Heads Up FA Cup Final match between Arsenal and Chelsea at Wembley Stadium on August 01, 2020 in London, England. Football Stadiums around Europe remain empty due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in all fixtures being played behind closed doors. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images) Mikel Arteta membawa Arsenal memenangi Piala FA dan Community Shield. (Foto: Getty Images/Catherine Ivill)
Jakarta -

Bukan tanpa alasan Arsenal mampu mengangkat dua trofi di bawah arahan Mikel Arteta. Sang manajer menyuntikkan mentalitas juara ke para pemain Arsenal.

Arsenal menutup musim 2019/2020 dengan trofi Piala FA, usai mengalahkan Chelsea 2-1 di partai final. Gelar juara itu menjadi pelipur kekecewaan di Liga Inggris.

The Gunners seperti diketahui harus puas finis di posisi delapan. Tapi minimal gelar Piala FA menjadi sinyal bagus akan era baru Arsenal bersama Arteta, yang baru menjabat sejak Desember tahun lalu.

Menyambut musim 2020/2021, Arsenal malah sudah memenangi trofi lainnya yakni Community Shield. Anak-anak London utara itu mengalahkan jawara Liga Inggris, Liverpool, lewat adu penalti.

Kendati kemenangan ditentukan di babak tos-tosan, Arsenal membuktikan mampu bersaing dengan Liverpool yang musim lalu dominan di liga. Tim besutan Arteta itu juga memimpin lebih dulu lewat Pierre-Emerick Aubameyang sebelum kemudian Takumi Minamino menyamakan skor menjadi 1-1.

Bek kiri Arsenal Kieran Tierney optimistis masa depan Arsenal bersama Mikel Arteta cerah. Sejak datang, Arteta tahu apa masalah di klub dan apa yang harus dilakukan, salah satunya mengangkat moral dan mental tim.

"Mentalitas juara berarti besar di sepakbola, manajer ingin membawa itu ke Arsenal karena mereka sudah melalui sebuah periode di mana para penggemar tidak bahagia, klub tidak bahagia, dan para pemain juga tidak bahagia. Kami tidak meraih apa yang kami ingin raih," ungkap Tierney kepada Sky Sports.

"Dia datang dan tahu apa situasi klub, paham bahwa sukses dan trofi-trofi dibutuhkan, bahwa Arsenal juga perlu berada di posisi tinggi di liga. Buat saya, belajar dari sana dan semoga membawa sedikit pelajaran itu ke sini (timnas) akan menguntungkan semua orang," sambung penggawa tim nasional Skotlandia tersebut.

(raw/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com