sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 12 Sep 2020 20:50 WIB

Peringatan Kevin de Bruyne untuk Liverpool

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
MANCHESTER, ENGLAND - JULY 02: Kevin De Bruyne of Manchester City looks on during the Premier League match between Manchester City and Liverpool FC at Etihad Stadium on July 02, 2020 in Manchester, England. Football Stadiums around Europe remain empty due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in all fixtures being played behind closed doors. (Photo by Peter Powell/Pool via Getty Images) Kevin de Bruyne mewanti-wanti Liverpool. (Foto: 2020 Pool/Pool)
Jakarta -

Gelandang Manchester City Kevin de Bruyne tebar peringatan untuk Liverpool. Mempertahankan gelar Liga Inggris benar-benar sesulit itu.

Manchester City dan Liverpool masih dijagokan memimpin persaingan gelar Liga Inggris musim 2020/2021. Liverpool adalah juara bertahan, sementara Man City merupakan jawara di 2017/2018 dan 2018/2019.

Musim lalu Man City bisa dikatakan gagal memberikan perlawanan yang layak untuk Liverpool. Mereka finis 18 poin di belakang Mohamed Salah dkk, yang mengakhiri penantian gelar Liga Inggris selama 30 tahun.

Padahal di musim sebelumnya, persaingan berjalan amat ketat. Man City juara dengan keunggulan hanya dua poin atas Liverpool.

Tapi setidaknya Man City sudah merasakan mempertahankan titel, menjadi tim pertama yang berhasil mencatatkannya sejak 2009. Sementara Liverpool baru akan memulai misi mewujudkan hal tersebut.

De Bruyne mengungkapkan bagaimana sulitnya mempertahankan titel karena ada banyak faktor yang berpengaruh. Salah satu yang akan sangat terasa adalah ambisi personal dari anggota tim.

"Persaingannya lebih sulit dari yang kami perkirakan dan kami membutuhkan perlawanan yang sangat besar terhadap mereka. Secara mental, terkadang itu lebih sulit. Beberapa tim agak lebih fokus untuk mengalahkan Anda," ujar De Bruyne kepada Daily Mail, seperti dikutip Sky Sports.

"Terkadang beberapa orang menyadari situasinya lebih sulit setelah juara, untuk mendapatkan suasana hati itu lagi. Sangat sulit untuk menciptakan kembali perasaan yang sama bahkan dengan tim yang sama."

"Ada begitu banyak hal dalam hidup yang bergerak di level personal. Setiap hal kecilnya bisa mengubah Anda. Cedera bisa mengubah Anda. Sepakbola itu soal keadaan dan sudah sangat sulit untuk menang sekali, apalagi dua kali."

"Menurut saya mereka bisa mencapai level itu lagi. Saya tak merasa Anda perlu mengubah tim untuk mendapatkan perasaan atau ambisi yang sama. Tapi saya tak tahu apa yang mereka rasakan. Saya tak tahu hasrat mereka. Buat semua orang, ini urusan personal," imbuhnya.



Simak Video "De Bruyne Gelandang Terbaik UEFA, Patahkan Dominasi Bayern"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/rin)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com