sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 15 Sep 2020 11:50 WIB

Ini Bukti Liverpool Lagi Irit Banget dibandingkan Para Rival

Kris Fathoni W - detikSport
LIVERPOOL, ENGLAND - APRIL 15:  A general view of Anfield stadium before a memorial service to mark the 27th anniversary of the Hillsborough disaster, on April 15, 2016 in Liverpool, England. Thousands of fans, friends and relatives will take part in the final Anfield memorial service for the 96 victims of the Hillsborough disaster. Earlier this year relatives of the victims agreed that this years service would be the last. Bells across the City of Liverpool will ring out during a one minute silence in memory of the 96 Liverpool supporters who lost their lives during a crush at an FA Cup semi-final match against Nottingham Forest at the Hillsborough football ground in Sheffield, South Yorkshire in 1989.  (Photo by Christopher Furlong/Getty Images) Ini Bukti Liverpool Lagi Irit Banget dibandingkan Para Rival. (Foto: Getty Images/Christopher Furlong)
Jakarta -

Saat rival jor-joran, Liverpool malah adem ayem di bursa transfer musim panas ini. Kecenderungan irit banget itu pun sudah terjadi dalam beberapa jendela transfer.

Dalam usaha mempertahankan gelar juara Premier League, Liverpool malah baru mendatangkan bek Kostas Tsimikas dari Olympiakos dengan harga 11-13 juta paun.

Atas kebijakan transfer itu, Manajer Liverpool Juergen Klopp menyebut bahwa salah satu alasan klubnya tidak jor-joran adalah pertimbangan masa depan finansial, khususnya di tengah situasi pandemi saat ini. Apalagi si Merah bukan klub yang "dimiliki oligarki, (atau) dimiliki negara."

"Kami tidak bisa bilang bahwa kami ingin seperti Chelsea. Anda tidak bisa begitu saja membawa 11 pemain terbaik dunia dan berharap mereka tampil bagus. Ini semua soal kerja keras saat latihan. Itu mungkin jadi keunggulan kami," ucap Klopp.

Entah dimaksudkan sebagai sindiran halus ke Chelsea atau sekadar perbandingan, aktivitas belanja si Biru musim panas ini memang agresif sekali. Sudah lebih dari 200 juta paun digelontorkan dan itu diprediksi masih akan bertambah.

Sky Sports pun mengupas lebih dalam seputar aktivitas beli pemain Liverpool, Chelsea, dan klub besar Premier League lain yang dikategorikan sebagai enam besar. Liverpool memang paling irit dalam empat periode jendela transfer, yakni satu di musim panas ini, dua jendela transfer musim 2019/2020, dan transfer musim dingin di 2018/2019.

Dalam data di keempat jendela transfer tersebut, terungkap bahwa Liverpool cuma membelanjakan 23 juta paun. Paling kecil di antara enam tim top Premier League.

Chelsea berada di posisi teratas aktivitas belanja empat bursa transfer terakhir dengan 302 juta paun, diikuti Manchester United, Manchester City, Tottenham Hotspur, dan Arsenal secara berturut-turut.

Belanja LiverpoolBelanja klub-klub top Premier League dalam empat jendela transfer terakhir. Foto: dok. Sky Sports

Pada musim 2019/2020, Takumi Minamino menjadi pembelian termahal Liverpool dengan dana sekitar 7,25 juta paun di bursa transfer Januari. Sedangkan di musim 2018/2019, si Merah malah tidak melakukan pembelian pada bursa musim dingin.

Namun, pada musim panas 2018/2019, atau jendela transfer kelima sebelum ini --yang notabene sudah tidak masuk hitungan data Sky Sports, Liverpool memang masih belanja besar-besaran antara lain dengan membeli Alisson Becker, Fabinho, dan Xherdan Shaqiri. Barulah setelah itu the Reds irit banget dalam hal beli pemain.

(krs/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com