sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 15 Sep 2020 21:30 WIB

Kisah Pilu Mantan Pemain MU, Pernah Mau Bunuh Diri karena Depresi

Afif Farhan - detikSport
CARDIFF, UNITED KINGDOM - MAY 21:  Goal keeper, Roy Carroll of Manchester United is dejected after losing the FA Cup Final between Arsenal and Manchester United 5-4 on penalties at The Millennium Stadium on May 21, 2005 in Cardiff, Wales.  (Photo by Phil Cole/Getty Images) Mantan Kiper MU ini pernah nyaris bunuh diri karena depresi. (Getty Images)
Manchester -

Fans Manchester United pasti tahu Roy Carroll. Dirinya ini bercerita kala dirinya depresi karena cedera, kecanduan alkohol, hingga nyaris bunuh diri.

Roy Carroll merupakan penjaga gawang asal Irlandia Utara. Dia memperkuat Manchester United, sebagai kiper pelapis dari tahun 2001 sampai 2005. Dirinya mencatatkan 72 penampilan, serta pernah merasakan gelar Premier League dan Piala FA.

CARDIFF, UNITED KINGDOM - MAY 21:  Goal keeper, Roy Carroll of Manchester United is dejected after losing the FA Cup Final between Arsenal and Manchester United 5-4 on penalties at The Millennium Stadium on May 21, 2005 in Cardiff, Wales.  (Photo by Phil Cole/Getty Images)Roy Carrolll, eks kiper Manchester United (Getty Images)

Dilansir dari Mirror, Roy Carroll bercerita tentang masa-masa kariernya sebagai pesepakbola profesional. Kala memperkuat MU, baginya itu adalah masa-masa jayanya.

Meski sebagai kiper cadangan, Roy Carroll tetap bangga bisa berseragam Manchester United. Dia pun selalu siap 100 persen ketika turun ke lapangan.

Sayang, dirinya kerap diganggu cedera dan penampilannya menurun. Roy Carroll pun dijual MU ke West Ham United di tahun 2005.

"Itulah masa-masa depresi saya. Saya menderita cedera, bahkan pihak klub menyuruh cuti selama dua bulan," katanya.

CARDIFF, UNITED KINGDOM - MAY 21:  Goal keeper, Roy Carroll of Manchester United is dejected after losing the FA Cup Final between Arsenal and Manchester United 5-4 on penalties at The Millennium Stadium on May 21, 2005 in Cardiff, Wales.  (Photo by Phil Cole/Getty Images)Roy Carroll (Getty Images)

Roy Carroll mencari pelarian. Minum alkohol menjadi destinasinya.

Celakanya, Roy Carroll justru kecanduan minum-minuman beralkohol. Bukan tiap malam, tapi hampir tiap saat dia meminumnya!

"Bangun tidur, saya minum alkohol. Sedang istirahat minum alkohol, makan siang minum alkohol, bahkan saat waktu minum teh sore hari saya juga minum alkkohol," katanya.

"Sungguh mengerikan saat itu. Situasi saya sangat buruk," katanya.

Roy Carroll sempat pergi ke pusat rehabilitasi. Tapi, itu tidak membantu banyak.

Dia pun sempat meninggalkan keluarganya, demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Saat kesendirian itulah, dia serasa mau bunuh diri.

"Ya mungkin saja, kenapa tidak," lirihnya.

CARDIFF, UNITED KINGDOM - MAY 21:  Goal keeper, Roy Carroll of Manchester United is dejected after losing the FA Cup Final between Arsenal and Manchester United 5-4 on penalties at The Millennium Stadium on May 21, 2005 in Cardiff, Wales.  (Photo by Phil Cole/Getty Images)Roy Carroll depresi parah ketika meninggalkan MU ditambah dengan cedera melulu (Getty Images)

Tapi kemudian, dia kembali ke keluarganya. Dia pun pelan-pelan coba melepas ketergantungan dari alkohol dan mencoba menyibukkan diri.

"Saya mengantar anak ke sekolah, mengurus kebun, dan lain sebagainya. Kalau punya banyak waktu luang, itu yang berbahaya. Karena saat itulah, kamu akan terus-terusan berpikir dan makin depresi," tuturnya.

Roy Carroll menutup karier di Linfield FC, suatu klub sepakbola semiprofesional di Irlandia Utara pada tahun 2018/2019. Kini Carroll, hidup bahagia.

(aff/cas)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com