Virgil van Dijk: Saat di Puncak, Banyak yang Mau Melihat Anda Jatuh

Novitasari Dewi Salusi - Sepakbola
Rabu, 07 Okt 2020 21:10 WIB
BIRMINGHAM, ENGLAND - OCTOBER 04: Virgil van Dijk of Liverpool reacts after Aston Villa score their 7th goal during the Premier League match between Aston Villa and Liverpool at Villa Park on October 04, 2020 in Birmingham, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Peter Powell - Pool/Getty Images)
Liverpool dikalahkan Aston Villa dengan skor 2-7 di Premier League akhir pekan kemarin (Foto: Getty Images/Pool)
Jakarta -

Virgil van Dijk menyebut Liverpool sedang menghadapi masa-masa menantang. Sebab banyak tim 'mengincar' Liverpool yang merupakan juara bertahan Premier League.

Liverpool tampil impresif di sepanjang musim 2019/2020 lalu hingga akhirnya jadi juara Premier League. The Reds mengakhiri penantian yang sudah berlangsung selama 30 tahun.

Namun, upaya Liverpool untuk mempertahankan gelar juara mendapat ganjalan akhir pekan kemarin. Menghadapi Aston Villa, Liverpool kalah telak dengan skor mencolok 2-7.

Kekalahan tersebut menodai start sempurna Liverpool. Sebelumnya, tim arahan Juergen Klopp itu memenangi tiga pertandingan pertama secara beruntun.

Akibat kekalahan tersebut, Liverpool tertahan di peringkat kelima klasemen Liga Inggris dengan sembilan poin dari empat pertandingan. Mereka tertinggal tiga angka dari Eveton yang memucaki klasemen setelah meraih hasil sempurna dalam empat laga.

Van Dijk tak menampik kalau mempertahankan gelar Premier League akan jadi misi berat untuk timnya. Bek asal Belanda itu meyakini akan semakin banyak klub yang kian termotivasi mengalahkan Liverpool.

"Saya kira mencoba untuk bertahan di puncak adalah hal yang paling berat untuk dilakukan," ujar Van Dijk dalam wawancara di podcast 'No Passion No Point' seperti dikutip BBC.

"Semua orang ingin melihat Anda jatuh ketika Anda mencapai puncak. Begitulah kehidupan, khususnya hari-hari ini."

"Bagi saya, saya ingin memberi semua yang saya punya sampai saya pensiun dan tak menyesalinya kemudian. Saya tidak mau menyesal kemudian, saya kira itu adalah perasaan terburuk."

"Ini akan jadi masa-masa yang menantang. Kami adalah juara, sesuatu yang butuh waktu lama. Kami sebaiknya menikmati momen ini dan mencoba mendapatkannya," katanya.

(nds/cas)