Kritik untuk Van Dijk yang Suka Meremehkan Lawan

Mohammad Resha Pratama - Sepakbola
Minggu, 11 Okt 2020 20:05 WIB
BIRMINGHAM, ENGLAND - OCTOBER 04: Virgil van Dijk of Liverpool reacts as Ollie Watkins of Aston Villa walks past him during the Premier League match between Aston Villa and Liverpool at Villa Park on October 04, 2020 in Birmingham, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Peter Powell - Pool/Getty Images)
Virgil van Dijk dikritik karena kerap anggap remeh lawan (Getty Images/Pool)
Liverpool -

Virgil van Dijk belakangan performanya dianggap menurun. Ada yang bilang ini buah sifat jelek Van Dijk yang kerap meremehkan lawan-lawannya.

Sejak gabung Liverpool pada Januari 2018, Van Dijk memang jadi figur sentral di balik meroketnya prestasi tim itu. Van Dijk jadi benteng kukuh di barisan belakang Liverpool yang sebelumnya selalu mudah diobok-obok lawan.

Van Dijk seperti sulit dilewati oleh lawan-lawannya sepanjang dia membela Liverpool. Tapi, tidak ada gading yang tak retak, demikian pula Van Dijk. Sebagai pesepakbola, sehebat apapun Van Dijk, dia pasti punya kekurangan.

Hal itu terlihat musim ini ketika lini belakang Liverpool seperti mudah ditembus barisan lawan. Bahkan Van Dijk belakangan ini suka ditipu-tipu lawan, sesuatu yang jarang terjadi sebelumnya. Sorotan lebih muncul usai kekalahan Liverpool 2-7 dari Aston Villa.

Van Dijk terlihat kesulitan menghadapi Jack Grealish dan Ollie Watkins, dua pemain yang notabene bukan nama besar di sepakbola Inggris. Total sudah ada 11 gol bersarang di gawang Liverpool, bukan catatan yang apik untuk Van Dijk dkk.

Menurut mantan bek Arsenal, Sol Campbell, periode buruk yang Van Dijk alami itu merupakan hal wajar. Apalagi Van Dijk terkesan meremehkan lawan-lawannya selama ini mengingat tidak ada yang benar-benar bisa mengimbanginya.

Hal ini dianggap membuat Van Dijk kesulitan meningkatkan performanya karena merasa selalu di "atas".

"Saya tahu Van Dijk kesulitan saat laga melawan Villa, tapi dia bisa bertahan sejauh ini karena dia mengungguli lawan-lawannya, dan membuat saya bertanya-tanya, kenapa kok dia bisa seperti ini sekarang?," ujar Campbell kepada The Athletic."

"Dia pemain belakang yang komplet dan membuat semuanya terlihat mudah. Tapi mungkin saja karena selama ini tidak ada pemain yang mampu menantangnya, seperti halnya pemain kriket yang selalu mendapat bola-bola gampang, Virgil van Dijk jadi tidak berkembang," sambungnya.

"Jika Anda jarang direpotkan oleh penyerang, terkadang Anda suka menganggap remeh. Itu wajar sebagai manusia."



Simak Video "Operasi Lutut Van Dijk Sukses"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/aff)