sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 27 Okt 2020 22:27 WIB

Oezil Dibuang Arsenal karena Salahnya Sendiri

Mohammad Resha Pratama - detikSport
BRIGHTON, ENGLAND - JUNE 20: Mesut Ozil of Arsenal warms up prior to the Premier League match between Brighton & Hove Albion and Arsenal FC at American Express Community Stadium on June 20, 2020 in Brighton, England. Football Stadiums around Europe remain empty due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in all fixtures being played behind closed doors. (Photo by Gareth Fuller/Pool via Getty Images) Mesut Oezil terbuang dari Arsenal karena salahnya sendiri (2020 Pool/Pool)
London -

Mesut Oezil diminta tak menunjuk siapapun atas kondisinya di Arsenal saat ini. Itu semua terjadi karena salah Oezil sendiri. Kata siapa?

Oezil terbuang dari Arsenal setelah tak didaftarkan Liga Inggris maupun Liga Europa. Manajer Mikel Arteta menegaskan berkali-kali kalau keputusan pencoretan Oezil itu karena persoalan teknis, tapi publik tidak percaya begitu saja.

Dengan gaji 350 ribu paun jelas Oezil harusnya bisa diberdayakan dengan kemampuannya sebagai playmaker ulung. Tapi, keengganan Oezil untuk dipotong gaji demi meringankan beban klub di masa pandemi COVID-19 jadi alasan utamanya.

Selain itu, Oezil juga dianggap tidak sejalan dengan klub karena mendukung masyarakat muslim Uighur di China. Sebab, Arsenal jadi kehilangan banyak penonton dan sponsor gara-gara aksi Oezil itu.

Pihak pemain asal Jerman itu lantas tak terima dan balik menyerang Arteta serta Arsenal, bahwa pencoretan ini mengada-ngada.

Terkait ribut-ribut Oezil dan Arsenal, mantan bek The Gunners Lauren punya pendapatnya. Menurut pria asal Kamerun itu, Oezil seharusnya tidak menyalahkan siapapun dan berkaca pada diri sendiri, apa yang salah sehingga kondisinya bisa seperti sekarang.

Sebab, situasi Oezil ini sudah terjadi sebelum Arteta datang, yakni sejak era Unai Emery. Mesut Oezil sudah dikritik habis-habisan saat itu karena tidak bisa berkomitmen penuh dengan klub.

"Arteta tentu ingin pemain terbaik ada di skuatnya. Jika Oezil tidak ada di sana, pasti ini disebabkan oleh banyak masalah," ujar Lauren.

"Pertama-tama, ini adalah salah si pemain. Jika Anda yakin Anda adalah pemain berkualitas, pemain top, maka salah diri sendiri jika Anda tidak bisa bermain setiap pekan," sambungnya.

"Sudah pasti semua klub berupaya semaksimal mungkin untuk membuat pemain bahagia dan masuk ke dalam skuat serta tim, lalu bermain setiap pekannya."

"Saya rasa sih ini lebih ke pemain dan bukan manajernya. Jika Anda berkomitmen penuh maka Anda akan bermain, mereka tidak punya pilihan lain.



Simak Video "Oezil, Arteta, End"
[Gambas:Video 20detik]
(mrp/raw)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com