Masih Soal Dua Pemain Arsenal yang Baku Hantam

Afif Farhan - Sepakbola
Sabtu, 28 Nov 2020 14:13 WIB
LONDON, ENGLAND - JULY 07: Dani Ceballos of Arsenal reacts during the Premier League match between Arsenal FC and Leicester City at Emirates Stadium on July 07, 2020 in London, England. Football Stadiums around Europe remain empty due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in all fixtures being played behind closed doors. (Photo by Michael Regan/Getty Images)
Masih Soal Dua Pemain Arsenal yang Baku Hantam (Getty Images/Michael Regan)
London -

Baru-baru ini dikabarkan dua pemain Arsenal yakni Dani Ceballos dan David Luiz saling pukul di sesi latihan. Ceballos buka suara!

Hal tersebut terjadi pada pekan lalu. Di sesi latihan jelang Arsenal menghadapi Leeds United pada Minggu (22/11) kemarin.

Laporan itu diungkap The Athletic, yang menyebut David Luiz mendapat tekel telat dari Ceballos. Luiz kabarnya marah dalam sesi latihan Jumat (13/11) lalu.

Pemain asal Brasil itu disebut sampai meninju Ceballos. Hidung gelandang asal Spanyol itu sampai berdarah akibat pukulan Luiz.

Ceballos kabarnya ingin membalas pukulan itu. Namun, rekan setim langsung melerainya.




Manajer Arsenal, Mikel Arteta tidak berkomentar banyak. Dia malah menyebut, semuanya baik-baik saja.

"Tidak. Saya punya penglihatan yang sangat buruk dari jauh! Itu sebabnya kami berlatih di balik pintu tertutup," katanya sembari bercanda.

Dilansir dari The Sun, Dani Ceballos buka suara. Dirinya membenarkan, bahwa memang terjadi masalah!

"Saya tidak akan mengatakan bahwa tidak ada bentrokan atau perkelahian. Itu bukan perilaku yang patut dicontoh tapi bagus melihat Arsenal masih 'hidup', bahwa tim ini memiliki karakter," paparnya.

"Kami adalah dua pemain sepak bola dengan kualitas kepemimpinan yang sangat mirip dan hal-hal ini bisa terjadi," lanjutnya.

Dani Ceballos menegaskan, hubungannya dengan David Luiz sudah baik-baik saja. Saat itu juga, masalah mereka berdua sudah selesai.

"Kami tidak membiarkan satu hari pun berlalu. Kami saling berbicara pada sore yang sama setelah sesi latihan dan ini jadi pelajaran supaya tidak terjadi lagi," tutupnya.

(aff/aff)