sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Senin, 30 Nov 2020 16:00 WIB

Kuda Chelsea Bisa Juara, Kuda Tottenham Bisa Apa, Mou?

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
LONDON, ENGLAND - OCTOBER 01: Jose Mourinho, Manager of Tottenham Hotspur  gives his team instructions  during the UEFA Europa League play-off match between Tottenham Hotspur and Maccabi Haifa at Tottenham Hotspur Stadium on October 01, 2020 in London, England. Football Stadiums around Europe remain empty due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in fixtures being played behind closed doors. (Photo by Clive Rose/Getty Images) Jose Mourinho menyebut Tottenham Hotspur kuda poni di tengah persaingan gelar Liga Inggris. (Foto: Getty Images/Clive Rose)
Jakarta -

Masih soal analogi kuda di persaingan gelar juara oleh Jose Mourinho. Dulu kuda Chelsea yang dididik Mourinho bisa juara, apakah kuda Tottenham juga bisa?

Ungkapan kuda-kudaan sudah pernah dilontarkan Mourinho ketika memimpin Chelsea dalam persaingan gelar Liga Inggris 2013/2014. Musim itu Chelsea memulai tahun pertama periode kedua Mourinho, sehingga dianggap sebagai kuda kecil di arena pacuan.

Dua kuda pacu sesungguhnya dalam persaingan kala itu menurut Mourinho adalah Manchester City dan Arsenal. Liverpool belakangan meramaikan persaingan, dengan manajernya waktu itu, Brendan Rodgers, menganalogikan timnya dengan 'Chihuahua di tengah balapan kuda'.

Chelsea finis ketiga, di belakang Manchester City dan Liverpool. Sedang Arsenal harus puas ada di urutan keempat.

Tapi pada prosesnya Mourinho membuktikan ucapannya, ketika membawa Chelsea juara di musim 2014/2015 alias di tahun kedua. Chelsea di musim ini tentu saja sudah menjadi kuda dewasa yang bisa diajak berpacu, bukan lagi kuda kecil, meskipun kemudian babak belur dan mogok di tahun ketiga.

Istilah kuda kembali dipakai Jose Mourinho bersama Tottenham Hotspur musim ini. Musim lalu ia harus puas hanya membawa Spurs finis keenam, tapi harus diingat bahwa ia baru bergabung di pertengahan musim pada bulan November.

Musim ini seharusnya jadi musim penuh pertama Tottenham bareng Mourinho. Tapi tanda-tandanya sudah sangat menjanjikan. Setelah membuka musim dengan kekalahan dari Everton, Tottenham lantas tak terkalahkan di sembilan laga berikutnya (6 menang, 3 imbang).

Harry Kane dkk sudah membukukan 21 gol, hanya kalah tajam dari Chelsea dan Liverpool. Secara pertahanan, Tottenham baru kemasukan sembilan kali dan jadi yang terbaik sejauh ini.

"Kami bahkan tidak dalam persaingan titel, jadi kami bukanlah kuda yang berpacu. Kami adalah kuda poni," kata Jose Mourinho dikutip BBC usai Chelsea Vs Tottenham yang berakhir imbang 0-0.

Tapi mantan anak buah Mourinho, Frank Lampard, yang kini menangani Chelsea, percaya Tottenham layak jadi kandidat utama juara musim ini. Sebab menurutnya, bagaimana bisa Chelsea dijadikan kandidat juara sementara Tottenham yang punya laju lebih baik malah ditepikan?

Menarik untuk dinanti apakah kuda Tottenham milik Mourinho bakal mengikuti kuda Chelsea-nya dulu, entah juara di tahun penuh kedua atau malah lebih cepat. Yang jelas musim ini Tottenham sudah mengalahkan tim-tim kuat seperti Manchester United (6-1), Manchester City (2-0), dan berimbang dengan Chelsea (0-0).



Simak Video "Hojbjerg Ditekel hingga Berdarah, Ini Kata Mourinho"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/aff)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com