sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Selasa, 01 Des 2020 21:12 WIB

Jangan Lupa, Keluhan Klopp Bermula dari Solskjaer

Rifqi Ardita Widianto - detikSport
Liverpools manager Jurgen Klopp reacts during the Champions League, group D soccer match between Atalanta and Liverpool, at the Gewiss Stadium in Bergamo, Italy, Tuesday, Nov. 3, 2020. (AP Photo/Luca Bruno) Juergen Klopp belakangan kerap mengeluhkan penjadwalan Liga Inggris. (Foto: AP/Luca Bruno)
Jakarta -

Juergen Klopp disoroti karena terlalu banyak mengeluhkan penjadwalan Liga Inggris. Tapi perdebatan soal penjadwalan bermula dari Ole Gunnar Solskjaer.

Klopp berulang kali mengeluhkan lemahnya perlindungan terhadap pemain, merujuk pada penjadwalan dan aturan yang dirasa tidak pas. Ia sudah mengungkapkan keinginannya agar pergantian lima pemain diterapkan lagi di Inggris.

Pandangan ini juga didukung oleh manajer-manajer lain seperti Pep Guardiola dan Frank Lampard. Hal lain yang disoroti Klopp adalah jadwal kick-off Sabtu pukul 12.30 siang waktu setempat.

Buat Liverpool dan tim-tim Inggris yang bermain di kancah Eropa, jadwal itu disebutnya konyol. Perdebatan soal jadwal jam makan siang ini awalnya bermula dari kritik Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer.

Sebab MU sempat harus langsung bertanding pada Sabtu siang, sementara tim baru kembali ke Inggris pada Kamis pagi usai partai Liga Champions. Oleh karena itu, mantan bek Liverpool Jamie Carragher percaya Juergen Klopp bukan cuma sedang membela kepentingan timnya.

Juergen Klopp hanya bersikap jujur terkait kesulitan yang dialami sejumlah tim.

"Bagaimana bisa ini dikatakan musim yang normal? Ada COVID di mana-mana. Anda bicara soal para pemain jeda selama tiga bulan, tapi saat itu tidak ada yang tahu kapan musim akan dimulai lagi. Para pemain juga tidak libur, mereka berlatih," kata Jamie Carragher dikutip Sky Sports.

"Mari kita tidak lupa perdebatan ini dimulai oleh Ole Gunnar Solskjaer, setelah bermain di Istanbul pada hari Rabu dan main di Everton pada Sabtu jam makan siang. Dia tampil dan bilang 'saya rasa otoritas ingin kami gagal'."

"Saya melihatnya dan berpikir, tidak, saya tak setuju. Kita bekerja di TV dan kita memahami slot jadwal dan ke mana orang harus pergi. Saya bersikap yang sama terhadap Juergen dan kick-off jam 12.30. Semua orang ingin Liverpool dan Manchester United tampil."

"Juergen Klopp berargumen untuk Solskjaer. Anda bicara seolah-olah Liverpool tidak punya dalih atau alasan lain atau mereka tak berhak mengeluh. Saya rasa Manajer Liverpool bersikap jujur dan tak cuma memikirkan soal Liverpool. Saya sungguh yakin itu," imbuh pria yang kini menjadi analis itu.

(raw/krs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com