Ada Seruan Liga Inggris Ditunda Gara-gara Kasus COVID-19 Naik

Yanu Arifin - Sepakbola
Rabu, 30 Des 2020 13:27 WIB
LEEDS, ENGLAND - SEPTEMBER 19: A detailed view of the Premier League Logo is seen on the Nike Flight Ball is seen prior to the Premier League match between Leeds United and Fulham at Elland Road on September 19, 2020 in Leeds, England. (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)
Ada seruan Premier League ditunda sejenak agar menghentikan kasus virus corona. (Foto: Laurence Griffiths/Getty Images)
West Bromwich -

Muncul seruan agar Liga Inggris 2020/2021 ditunda sejenak. Melonjaknya kasus COVID-19 di Premier League menjadi penyebabnya.

Menjelang akhir tahun, meningkatnya kasus virus corona meningkat di Premier League. Dilansir Reuters, sebanyak 18 orang dinyatakan positif terjangkit, dalam periode tanggal 21-27 Desember 2020.

Beberapa bahkan menimpa klub besar. Salah satunya Arsenal, dan bahkan Manchester City, yang sampai menunda laga melawan Everton karena melonjaknya kasus di skuadnya---di antaranya Kyle Walker dan Gabriel Jesus positif tertular virus corona.

Manajer West Bromwich Albion, Sam Allardyce, mendesak agar Premier League mengambil sikap. Ia meminta kompetisi Liga Inggris direhat sejenak untuk meredam penyebaran COVID-19.

"Keselamatan banyak orang lebih penting dari apapun. Ketika saya mendengar berita soal transmisi varian baru virus dari yang sebelumnya...kami cuma bisa melakukan hal yang tepat yakni memutus penyebaran," katanya.

"Saya sudah berusia 66 tahun dan yang saya inginkan adalah menghindari COVID-19. Saya sangat memikirkannya untuk diri saya sendiri dan juga sepakbola. Kami punya satu yang positif pekan ini, dan itu terlihat terus meningkat, tak peduli apapun yang sudah kami lakukan," jelasnya.

Seruan juga dilontarkan manajer Burnley Sean Dyche. Ia mengatakan liga harus mengambil tindakan jika kasus terus meningkat. Sementara manajer Brighton & Hove Albion, Graham Potter, juga senada.

"Sepakbola itu penting, tapi tidak sepenting kehidupan dan kesehatan orang," tambah Potter.

Adapun manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, tidak sependapat. Ia menilai, menghentikan Liga Inggris bukan cara yang tepat.

"Saya tidak melihat manfaat dari memutus penyebaran. Kapan kami akan bermain? Kita semua tahu tahun ini sangat sulit. Saya tidak berpikir menghentikan permainan akan membuat perubahan besar," jelas manajer asal Norwegia itu.

(yna/krs)