sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Kamis, 31 Des 2020 23:30 WIB

Edinson Cavani Dihukum Tiga Laga Karena Kasus Rasisme

Adhi Prasetya - detikSport
MANCHESTER, ENGLAND - NOVEMBER 21: Edinson Cavani of Manchester United looks on during the Premier League match between Manchester United and West Bromwich Albion at Old Trafford on November 21, 2020 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Alex Livesey/Getty Images) Cavani dilarang tampil membela MU di tiga laga. Foto: Getty Images/Alex Livesey
Jakarta -

Edinson Cavani dihukum larangan tampil tiga laga dan didenda 100 ribu Pounds. Striker Manchester United itu dinyatakan bersalah atas status berbau rasisme di media sosialnya bulan lalu.

Dilaporkan Sky Sports, Kamis (31/12/2020) malam WIB, hukuman yang diberikan oleh Federasi Sepakbola Inggris (FA) langsung berlaku saat ini juga.

Artinya, Cavani akan absen di tiga laga MU berikutnya, yakni melawan Aston Villa pada 2 Januari 2021 (Liga Inggris), Manchester City pada 7 Januari (Piala Liga Inggris), dan Watford pada 10 Januari (Piala FA).

Pemain 33 tahun itu baru bisa turun lagi melawan Burnley pada 13 Januari di Premier League. Tak hanya itu, Cavani juga diwajibkan menjalani pendidikan tatap muka terhadap pelanggaran yang dilakukannya.

"Komentar yang diunggah di Instagram Edinson Cavani bersifat menghina, kasar, tak pantas, dan bertentangan dengan aturan FA pasal E3.1," tulis pernyataan FA.

"Postingan itu juga sebuah 'pelanggaran keras', yang didefinisikan dalam aturan FA pasal E3.2, karena mereferensi, baik tersurat atau tersirat, warna kulit dan atau ras dan atau asal suku," sambung pernyataan itu.

Kasus ini bermula seusai MU menang dramatis 3-2 atas Southampton pada 29 November lalu, di mana Cavani mencetak dua gol. Penyerang Uruguay itu kemudian memposting pesan di media sosialnya, yang berisi balasan atas pujian yang diberikan padanya.

Sialnya, pesan itu dianggap mengandung muatan rasisme, sebab menggunakan kata 'Negrito' di dalamnya. Padahal, Cavani tak bermaksud demikian, sebab kata 'Negrito' merupakan sapaan lumrah kepada kawan di Uruguay sana.

Hanya saja, culture clash itu tetap dipermasalahkan. Cavani sudah meminta maaf dan menghapus postingan itu, namun FA tetap menindak sikap tersebut.

(adp/bay)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com