Pemain-pemain Liga Inggris Dinilai Tak Punya Otak dan Sembrono

Yanu Arifin - Sepakbola
Kamis, 14 Jan 2021 20:00 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - JANUARY 13: Phil Foden of Manchester City is congratulated by teammates John Stones and Joao Cancelo after scoring their teams first goal during the Premier League match between Manchester City and Brighton & Hove Albion at Etihad Stadium on January 13, 2021 in Manchester, England. Sporting stadiums around England remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)
Pemain Manchester City berkerumun merayakan gol Phil Foden ke gawang Brighton & Hove Albion. (Foto: Laurence Griffiths/Getty Images)
Manchester -

Maraknya pemain Liga Inggris yang masih mengabaikan jaga jarak saat merayakan gol dikecam habis-habisan. Mereka dianggap tidak punya otak dan sembrono.

Sorotan tertuju pada maraknya pemain yang masih merayakan gol dengan heboh, di tengah suasana pandemi virus corona. Kebanyakan masih berkerumun dan berpelukan, meski ada aturan soal jaga jarak di lapangan.

Aturan baru bahkan dikirim ke klub pada Jumat (8/1) lalu, yang melarang pemain melakukan kontak satu sama lain---termasuk berjabat tangan dan berpelukan. Hal itu diterapkan Premier League, mengingat kasus di Inggris sedang meningkat, termasuk di kompetisi sendiri.

Namun, beberapa pertandingan memperlihatkan klub Liga Inggris belum menerapkannya. Dilansir Daily Mail, para pemain Sheffield United, Manchester United, Fulham, dan terakhir Manchester City masih melakukannya.

BURNLEY, ENGLAND - JANUARY 12: Paul Pogba of Manchester United celebrates with Eric Bailly after scoring their team's first goal during the Premier League match between Burnley and Manchester United at Turf Moor on January 12, 2021 in Burnley, England. Sporting stadiums around England remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Jon Super - Pool/Getty Images)Paul Pogba dan Eric Bailly masih berjabat tangan. (Foto: Getty Images/Pool)

Hal itu membuat berang Julian Knight, Ketua Komite Media dan Olahraga Departemen Kebudayaan Parlemen. Ia menyebut para pesepakbola itu tidak punya otak.

"Orang-orang ini dihormati, mereka panutan, dan tidak menghormati segala bentuk jaga jarak dengan cara itu di tengah situasi darurat nasional, artinya tidak punya otak dan sembrono," katanya kepada Telegraph.

"Orang-orang ini [staf medis NHS] benar-benar mempertaruhkan diri mereka setiap hari untuk kami, dan mereka mengimbau orang-orang untuk mematuhi peraturan."

"Dan pesepakbola harus mendengarkannya, dan melihat bahwa mereka berada dalam posisi berpengaruh, di mana mereka dapat membantu NHS membawa kami melewati masa yang sangat sulit ini," kecam Knight.

Manajer City, Pep Guardiola, sempat mengomentari selebrasi pemainnya, yang dilakukan usai Phil Foden membuat gol tunggal kemenangan atas Brighton & Hove Albion. Sang manajer mengaku sulit menahan ekspresi pemainnya.

"Saya menghormati protokol kesehatan Premier League. Saya sangat paham apa yang mereka mau lakukan. Tapi di saat Anda mencetak gol dan ada satu pemain merayakannya, sementara pemain lain tidak, maka itu aneh dan tidak nyaman saja," ujar Guardiola di Daily Mail.

"Kami sudah melakukan enam atau lima kali tes dalam 10 hari terakhir. Semuanya negatif. Kami berada di luar dan virus tidak begitu agresif. Kami mengikuti apa saran Premier League tapi kami tidak tahu apakah bisa melakukannya," sambungnya.

Lihat klasemen Liga Inggris selengkapnya di sini. Klik pula tim-timnya untuk melihat profil dan statistik klub tersebut.

(yna/mrp)