sepakbola
Follow detikSport Follow Linkedin
Sabtu, 16 Jan 2021 06:58 WIB

Guardiola Anggap Naiknya Kasus Corona di Inggris Bukan karena Pesepakbola

Yanu Arifin - detikSport
Manchester Citys head coach Pep Guardiola gestures during the Champions League group C soccer match between FC Porto and Manchester City at the Dragao stadium in Porto, Portugal, Tuesday, Dec. 1, 2020. (AP Photo/Luis Vieira) Manajer Manchester City, Pep Guardiola. (Foto: Luis Vieira/AP)
Manchester -

Pep Guardiola berang setelah pesepakbola disalahkan terkait virus corona. Manajer Manchester City itu membela para pemain.

Inggris sedang dilanda kenaikan kasus positif virus corona. Menurut data dari John Hopkins University, ada 1,3 juta lebih kasus yang muncul, dengan total 21 ribu jiwa melayang dalam sebulan terakhir.

Inggris pun melakukan lockdown lagi, untuk waktu yang belum ditentukan. Di tengah situasi itu, kompetisi sepakbola tetap berjalan, termasuk Liga Inggris.

Dan para pemain kena kecam, sebab dinilai mengabaikan protokol kesehatan. Di Inggris, beberapa pemain masih berpelukan dan berjabat tangan ketika merayakan gol.

Salah satu yang kena kecam adalah Manchester City. Di laga terakhir kontra Brighton & Hove Albion, Phil Foden merayakan gol tunggal kemenangan The Citizens, bersama rekan-rekannya dengan berkerumun dan berpelukan.

"Orang-orang ini dihormati, mereka panutan, dan tidak menghormati segala bentuk jaga jarak dengan cara itu di tengah situasi darurat nasional, yang artinya tidak punya otak dan sembrono," kata Julian Knight, anggota Parlemen Inggris, kepada Telegraph beberapa waktu lalu.

Menanggapi kecaman demi kecaman, Pep Guardiola angkat suara. Menurutnya, apa yang terjadi di Inggris bukan semata karena pesepakbola, di mana para pemain juga sudah mengikuti protokol kesehatan.

"Kami akan melakukan yang terbaik untuk mengikuti aturan baru Pemerintah dan ilmuwan, yang menginformasikan apa yang harus kami lakukan," kata Guardiola dilansir Mirror.

"Tapi tolong, situasi yang terjadi di Inggris bukan karena pemain sepakbola. Jangan menaruh tanggung jawab mutlak pada pekerjaan dan pemain kami, karena ini adalah situasi pandemi di seluruh dunia dan sejak hari pertama, kami sudah mengikuti apa yang dikatakan Perdana Menteri," jelas manajer asal Spanyol itu.

Selanjutnya, City akan menghadapi Crystal Palace di Etihad Stadium. Guardiola pun berharap pemainnya tetap ingat agar tidak berpelukan.

"Mudah-mudahan kami bisa mencetak banyak gol, tapi kami harus berhati-hati untuk tidak banyak berpelukan," jelasnya.

"Saya mengerti betapa masuk akal semuanya. Kami dapat melakukan sebanyak yang kami bisa, sebaik mungkin, dan mengikuti semua protokol."

"Semua klub sudah jelas. Jika seseorang melanggar aturan seperti yang terkadang terjadi, itu tidak baik. Terkadang jika Anda kehilangan emosi, apa yang terjadi pada saat itu, sulit. Tapi di sisi lain saya mengerti, itu sangat masuk akal," katanya.


Laga Manchester City vs Crystal Palace bisa disaksikan di Mola TV lewat link ini, dengan berlangganan paket Sport dan Entertainment.

(yna/pur)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detiksepakbola.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com