Dipinjamkan 7 Kali dalam 10 Tahun, Lucas Piazon Kecam Chelsea

Yanu Arifin - Sepakbola
Jumat, 22 Jan 2021 07:20 WIB
DUBLIN, IRELAND - AUGUST 01: Lucas Piazon of Chelsea during the Pre-season friendly International Champions Cup game between Arsenal and Chelsea at Aviva stadium on August 1, 2018 in Dublin, Ireland. (Photo by Charles McQuillan/Getty Images)
Lucas Piazon ketika masih membela Chelsea. (Foto: Charles McQuillan/Getty Images)
Braga -

Lucas Piazon mengecam perlakukan Chelsea, mantan klubnya. Sebab, ia dipinjamkan berkali-kali dalam 9 tahun terakhir.

Piazon dibeli dari Chelsea pada 2011 dari Sao Paulo. Namun, pemain Brasil itu minim mendapat kesempatan berada di klub.

Sejak dibeli, Piazon selalu dipinjamkan ke klub lain. Tercatat, 7 kali ia dipinjamkan The Blues.

Masing-masing ke Malaga (2012/2013, Vitesse (2013/2014), Frankfurt (2014/2015), Reading (2015/2016), Fulham (2016/2018), Chievo (2019), dan Rio Ave (2019/2021).

Di musim 2020/2021, Piazon akhirnya bisa keluar secara permanen. Ia direkrut Braga di bursa transfer Januari 2021, dengan dikontrak selama 4 tahun. Total, Piazon hanya punya tiga penampilan saja bersama Chelsea, dari 2011 hingga 2021 ini.

Setelah meninggalkan Chelsea secara permanen, Piazon tak segan mengkritik bekas klubnya. Menurutnya, apa yang dilakukan raksasa London itu hanya mementingkan bisnis, tak memerhatikan nasib pemain.

"Pada awalnya, saya merasa Chelsea benar-benar menginginkan saya dan sangat ingin saya melakukannya dengan baik dan kembali," kata Piazon, dalam wawancaranya bersama Oh My Goal.

"Tapi setelah pinjaman ketiga atau keempat, saya tahu itu mungkin hanya bisnis. Itu seperti diberitahu 'Anda akan pergi ke luar dan seseorang akan membeli Anda, dan Anda akan bahagia, Anda tidak akan bermain di sini lagi," jelasnya.

Piazon mengkritik cara Chelsea yang meminjamkannya tiap musim ke klub berbeda. Ia menilai, semua pemain pasti butuh adaptasi, dan sistem peminjaman itu menyulitkannya.

"Saya beri Anda contoh. Ketika saya pergi dari Belanda ke Jerman, itu dunia yang sama sekali berbeda karena liga Jerman sama sekali berbeda dari liga Belanda. Tim tempat saya bermain di Belanda sangat berbeda dari tim tempat saya bermain di Jerman," katanya.

"Cara mereka ingin bermain, apa yang diinginkan pelatih dari saya di satu tempat dan apa yang diinginkan pelatih dari saya di tempat lain, itu butuh waktu untuk beradaptasi dan menyesuaikan dengan apa yang dia inginkan dan apa yang diinginkan tim."

"Mungkin jika saya tetap di Jerman, saya bisa melakukan pekerjaan yang lebih baik karena itu perubahan besar. Itu selalu menjadi merupakan perubahan besar, dan butuh waktu. Anda harus bersabar, tapi saat dipinjamkan tidak ada kesabaran. Tekanan pada Anda untuk tampil sangat besar karena Anda berasal dari Chelsea," ungkapnya.

Banner Papan Atas EPL
(yna/yna)