Chelsea Bukan Cinta Pertama Roman Abramovich

Afif Farhan - Sepakbola
Rabu, 03 Feb 2021 22:00 WIB
LONDON, ENGLAND - AUGUST 29:  Chelsea owner Roman Abramovich ahead of the Barclays Premier League match between Chelsea and Burnley at Stamford Bridge on August 29, 2009 in London, England.  (Photo by Phil Cole/Getty Images)
Chelsea Bukan Cinta Pertama Roman Abramovich (Getty Images)
London -

Roman Abramovich, bos Chelsea ini merupakan jajaran orang terkaya di dunia. Tapi rupanya, dulu Chelsea bukan pilihan utama miliuner asal Rusia itu.

Pecinta Liga Inggris pasti tahu siapa Roman Abramovich. Pengusaha tajir melintir ini adalah pemiliknya Chelsea.

Abramovich pun kadang suka terlihat di Stamford Bridge. Walau beberapa musim terakhir, bangkunya di Stamford Bridge terlihat kosong karena visanya ditolak terkait hubungan politik Inggris dan Rusia.

LONDON, ENGLAND - MAY 21:  Roman Abramovich, Chelsea owner celebrates his side winning the league after the Premier League match between Chelsea and Sunderland at Stamford Bridge on May 21, 2017 in London, England.  (Photo by Clive Rose/Getty Images)Roman Abramovich (tengah) (Getty Images)

Dilansir dari Daily Star, dalam buku berjudul The Deal yang ditulis oleh Jon Smith, dijelaskan kisah Roman Abramovich 'menginvasi' Chelsea.

Semua bermula di awal tahun 2000. Abramovich yang juga seorang pecinta sepakbola, ingin memiliki klub sepakbola top di Eropa.

Tak ayal, dompet Abramovich cukup tebal. Forbes mencatat, kekayaan Abramovich senilai 12,5 miliar USD atau sekitar Rp 175 triliun!

Sedikit soal ladang cuan Abramovich, dirinya merupakan penguasa tambang yang sukses di Rusia. Dia memiliki perusahaan besi dan baja kedua terbesar di Rusia. Serta, memiliki banyak tambang minyak, aluminium hingga nikel.

Kembali soal sepakbola, Roman Abramovich akhirnya mengerucutkan pilihan ke Liga Inggris. Sebagai pengusaha, instingnya mengatakan kalau Premier League punya potensi bagus untuk berbisnis.

Tak ayal, kini hak siar Liga Inggris merupakan hak siar termahal harganya di dunia. Per musimnya, perusahaan TV yang berminat membayar hak siar harus merogoh kocek dalam-dalam yang jika dirupiahkan bisa mencapai angka Rp 500-an miliar.

Nah, Roman Abramovich kembali mengerucutkan pilihan di Liga Inggris. Lima klub besar masuk dalam radar yakni Chelsea, Manchester United, Tottenham Hotspur, Liverpool, dan Arsenal.

Empat nama terakhir rupanya tidak mau dijual oleh bos-bosnya masing-masing. Cuma Chelsea yang paling memungkinkan, sebab The Blues lagi dalam krisis keuangan.

Akhirnya cuma butuh dua kali pertemuan antara Roman Abramovich dan Ken Bates (bos Chelsea saat itu), kesepakatan terjadi. Dengan harga sekitar 120 juta USD atau setara Rp 1,6 triliun, Chelsea beralih ke tangan Abramovich.

LONDON, ENGLAND - AUGUST 29:  Chelsea owner Roman Abramovich ahead of the Barclays Premier League match between Chelsea and Burnley at Stamford Bridge on August 29, 2009 in London, England.  (Photo by Phil Cole/Getty Images)Tahun 2003, Roman Abramovich resmi memiliki Chelsea (Getty Images)

Tahun 2003, Roman Abramovich resmi menjadi pemilik Chelsea. Pelan-pelan manajer top dan pemain-pemain bintang didatangkan, pelan-pelan trofi demi trofi masuk ke lemari The Blues.

Total, sudah 16 trofi pernah Chelsea menangi di bawah kekuasaan Roman Abramovich. Termasuk, lima kali titel premier League dan sekali Liga Champions.

Roman Abramovich bukan tipe bos klub yang suka tampil ke media dan bercuap-cuap soal klubnya. Hanya kala pemecatan Frank Lampard saja dirinya mengeluarkan pernyataan resmi, yang mana itu pertama kali dilakukannya.

LONDON, ENGLAND - AUGUST 29:  Chelsea owner Roman Abramovich ahead of the Barclays Premier League match between Chelsea and Burnley at Stamford Bridge on August 29, 2009 in London, England.  (Photo by Phil Cole/Getty Images)Roman Abramovich (kanan) kala memegang titel Liga Champions (Getty Images)

Kini, beban berat ada di pundak Thomas Tuchel. Bisakah Tuchel memuaskan hasrat Roman Abramovich yang sungguh haus gelar?

Kalau Tuchel gagal, sama seperti manajer-manajer Chelsea sebelumnya, silakan angkat kaki tanpa basa-basi...

(aff/ran)