Kalau Tidak Ada Badai Cedera, Liverpool Sangat Menakutkan

Afif Farhan - Sepakbola
Rabu, 17 Feb 2021 20:00 WIB
LIVERPOOL, ENGLAND - FEBRUARY 07: Mohamed Salah of Liverpool looks dejected after Manchester Citys third goal scored by Raheem Sterling (Not pictured) during the Premier League match between Liverpool and Manchester City at Anfield on February 07, 2021 in Liverpool, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Laurence Griffiths/Getty Images)
Kalau Tidak Ada Badai Cedera, Liverpool Sangat Menakutkan 9Getty Images/Laurence Griffiths )
Liverpool -

Liverpool compang-camping kena badai cedera. Javier Mascherano bilang, coba nggak ada badai cedera, Liverpool pasti sangat menakutkan.

Liverpool terjun bebas di Liga Inggris. Di awal-awal musim, sang juara bertahan masih nyaman di pos teratas Klasemen Liga Inggris tapi kini tidak lagi.

Banner Liverpool

The Reds sementara menempati peringkat keenam dengan koleksi 40 poin dari 24 laga. Di atasnya, ada West Ham United dan Chelsea yang masing-masing memiliki 42 poin (Chelsea unggul dari West Ham atas selisih gol).

Liverpool juga dibayang-bayangi Everton di bawahnya dengan selisih tiga poin serta Everton masih punya dua laga yang belum dimainkan.

Eks pemain Liverpool, Javier Mascherano menyebut badai cedera adalah batu sandungan terbesar Liverpool di musim ini. Kalau tidak ada badai cedera, The Reds pasti sangat menakutkan.

"Mereka bermain hebat beberapa musim terakhir. Namun badai cedera, membuat semua ceritanya berbeda," terang Mascherano seperti dilansir dari beIN Sports.

"Masalah cedera tidak mudah diatasi," tambahnya.

Para pemain bek tengah habis dibabat cedera, yakni Virgil van Dijk, Joe Gomez, dan Joel Matip. Belum lagi penghuni lini tengah seperti Naby Keita masih akrab di ruang perawatan.

"Jika tidak ada badai cedera, Liverpool adalah tim yang menakutkan di Liga Inggris dan di Liga Champions," tegas Mascherano.

"Andai Liverpool sebuah rumah, maka fondasinya sedang rusak," tutup Mascherano yang pernah membela Liverpool pada tahun 2007 sampai 2010.

(aff/cas)