Bersinar Lagi Bersama Tuchel, Ruediger Tegaskan Bukan Anti-Lampard

Adhi Prasetya - Sepakbola
Kamis, 18 Feb 2021 08:00 WIB
LONDON, ENGLAND - DECEMBER 08: Antonio Rudiger of Chelsea  during the UEFA Champions League Group E stage match between Chelsea FC and FC Krasnodar at Stamford Bridge on December 08, 2020 in London, England. A limited number of fans (2000) are welcomed back to stadiums to watch elite football across England. This was following easing of restrictions on spectators in tiers one and two areas only. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)
Ruediger sering bermain bersama Chelsea di bawah asuhan Tuchel. Foto: Getty Images/Catherine Ivill
Jakarta -

Antonio Ruediger sempat dituding sebagai penyebab dipecatnya Frank Lampard oleh Chelsea. Bek asal Jerman itu menegaskan lagi, dirinya tak bersalah.

Sewaktu Lampard dilengserkan pada akhir Januari lalu, muncul kabar bahwa ia mendesak manajemen Chelsea untuk segera mendepak pelatih 42 tahun itu. Ia diketahui jarang dimainkan Lampard di musim ini, tepatnya hanya 9 kali.

Setelah Thomas Tuchel masuk, peruntungan Ruediger berubah. Dari 6 laga yang telah dijalani Chelsea di bawah Tuchel, pemain 27 tahun itu selalu tampil. Khusus di Liga Inggris, ia bahkan selalu menjadi starter.

Meski begitu, Ruediger tak punya masalah apapun dengan Lampard. Ia memang ingin bertahan di Chelsea musim ini, terlepas sering dimainkan atau tidak. Hal ini sekaligus menegaskan dirinya bukanlah anti-Lampard seperti yang dituduhkan padanya.

"Kalau memang benar saya anti-Lampard, kenapa saya malah dimainkan di laga-laga terakhirnya bersama Chelsea?" kata Rudiger kepada media olahraga Jerman, SportBILD.

"Itu jelas tak masuk akal. Frank Lampard sangat dihormati di Chelsea, begitu juga oleh fans. Persepsi bahwa saya berselisih dengan pelatih itu muncul karena saya sempat tak masuk skuad di awal musim."

LONDON, ENGLAND - JULY 14: Antonio Rudiger hugs Frank Lampard, Manager of Chelsea at the final whistle during the Premier League match between Chelsea FC and Norwich City at Stamford Bridge on July 14, 2020 in London, England. Football Stadiums around Europe remain empty due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in all fixtures being played behind closed doors. (Photo by Julian Finney/Getty Images)Ruediger dan Lampard. Foto: Getty Images/Julian Finney

"Saya sempat berpikir (untuk pindah) saat saya tak masuk skuad. Tapi semua orang tahu, kita sedang berada di tengah pandemi, tak banyak klub yang bagus keuangannya. Meski ada sejumlah tawaran, saya ingin bertahan."

"Tak lama setelah Natal, saya jadi rutin dimainkan lagi. Selama bursa transfer musim dingin kemarin, tak ada lagi pertanyaan soal pindah. Saya ingin memperjuangkan tempat saya di sini" tegas Ruediger.

Bersama Tuchel, Chelsea kini belum terkalahkan dan kembali merangkak ke empat besar Liga Inggris. Klasemennya bisa di lihat di sini. Klik nama klub untuk melihat profil lengkapnya.

(adp/nds)