Son Jadi Korban Rasisme di Medsos, Tottenham Geram

Bayu Baskoro - Sepakbola
Selasa, 13 Apr 2021 03:30 WIB
LONDON, ENGLAND - FEBRUARY 04: Son Heung-Min of Tottenham Hotspur reacts during the Premier League match between Tottenham Hotspur and Chelsea at Tottenham Hotspur Stadium on February 04, 2021 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Clive Rose/Getty Images)
Son Heung-min mendapat serangan rasial di medsos usai laga Tottenham vs MU. (Foto: Getty Images/Clive Rose)
London -

Son Heung-min mendapat serangan rasial di media sosial usai kekalahan Tottenham Hotspur dari Manchester United. The Lilywhites geram dengan aksi tersebut.

Tottenham menyerah 1-3 saat menjamu MU di Tottenham Hotspur Stadium, Minggu (11/4/2021), pada pekan ke-30 Premier League. Tim tuan rumah keok setelah sempat lebih unggul lebih dulu.

Tottenham memimpin 1-0 hingga babak pertama berakhir berkat gol Son di menit ke-40. MU membalikkan keadaan di babak kedua dan mencetak tiga gol yang disumbangkan Fred, Edinson Cavani dan Mason Greenwood.

Laga ini juga diwarnai insiden dianulirnya gol Cavani pada menit ke-33. Gol striker MU itu dibatalkan karena Scott McTominay dinilai melanggar Son Heung-min lebih dulu.

Sorotan ramai mengarah ke Son karena pemain asal Korea Selatan itu dinilai bereaksi berlebihan. Dia terkapar cukup lama di lapangan sambil memegangi muka, meski kontak yang dilakukan McTominay tidak terlalu parah.

Alhasil, Son menjadi sasaran penggemar MU di media sosial. Bintang 28 tahun itu dianggap curang dan sengaja berakting kesakitan di lapangan agar gol Cavani dianulir.

Son Heung-min mendapat serangan rasisme di media sosial usai kekalahan Tottenham Hotspur dari Manchester United, Minggu 11 April 2021.Son Heung-min mendapat serangan rasisme di media sosial. (Foto: Instagram @hm_son7)

Beberapa oknum fans yang tak bertanggung jawab bahkan bertindak lebih jauh, yakni dengan menghina Son secara rasial. Son dicap sebagai artis K-POP yang hanya bisa menyanyi dan berjoget.

Tidak sedikit pula yang mengejek Son dengan kata-kata 'DVD'. Hinaan rasis ini merujuk kepada stereotipe orang Asia yang banyak menjual kaset DVD di pasar-pasar kios di London, Inggris.

Serangan rasial kepada Son Hueng-min mendapat tanggapan keras dari Tottenham. The Lilywhites mengutuk aksi tersebut dan berjanji akan mengusut kasus ini bersama otoritas Premier League.

"Pertandingan lain dan pelecehan rasial yang lebih menjijikkan diderita oleh salah satu pemain kami. Ini sekali lagi telah dilaporkan ke platform dan sekarang kami akan melakukan peninjauan penuh bersama Liga Premier untuk menentukan tindakan paling efektif ke depan. Kami mendukungmu, Sonny," tulis Tottenham Hotspur di akun Twitter klub, Senin (12/4).

(bay/nds)