14 Klub Premier League Pertimbangkan Sanksi untuk 6 Tim Pembelot

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Rabu, 21 Apr 2021 22:30 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 20: Fans of Chelsea Football Club protest against the European Super League outside Stamford Bridge on April 20, 2021 in London, England. Six English premier league teams have announced they are part of plans for a breakaway European Super League. Arsenal, Manchester United, Manchester City, Liverpool, Chelsea and Tottenham Hotspur will join 12 other European teams in a closed league similar to that of the NFL American Football League. In a statement released last night, the new competition
European Super League mengundang gelombang protes. (Foto: Getty Images/Rob Pinney)
Jakarta -

Premier League masih mendiskusikan sanksi yang hendak dijatuhkan ke enam klub yang 'membelot' ke European Super League. 14 klub mencari kesepakatan.

Seperti diketahui, enam klub top Inggris yakni Manchester City, Manchester United, Liverpool, Chelsea, Arsenal, dan Tottenham Hotspur sempat menyatakan ikut serta dalam European Super League. Deklarasi kompetisi itu dilakukan Senin (19/4/2021) lalu.

Namun pada prosesnya enam tim tersebut mundur karena mendapatkan penolakan besar dari suporter dan ditekan pemerintah plus otoritas sepakbola. Mundurnya enam klub Inggris ini menandai runtuhnya rencana European Super League, dengan Inter Milan menyusul menarik diri.

Meski telah mundur dari European Super League, enam klub Inggris masih terancam sanksi. 14 peserta lain Premier League telah melakukan pertemuan untuk membicarakan potensi hukuman.

Salah satu pejabat senior klub tersebut mengatakan bahwa mereka percaya ada pelanggaran nyata dari aturan Premier League. Sehingga hukuman harus dijatuhkan untuk mencegah kejadian ini sebagai preseden buruk.

Aturan yang diyakini dilanggar itu adalah Aturan Premier League L9. Aturan itu berbunyi bahwa setiap klub anggota perlu izin tertulis dari direksi liga sebelum memasuki kompetisi baru.

Nah, aksi enam klub meneken komitmen dengan European Super League dianggap jelas menabrak aturan ini. Tapi kelompok 14 klub ini juga masih berhati-hati untuk menetapkan hukuman.

Sumber Sky Sports yang merupakan eksekutif sebuah klub menyatakan bahwa sanksi seperti pengurangan poin atau denda berpotensi salah sasaran. Sebab itu bakal menyakiti para pemain, manajer, dan juga suporter, yang sebelumnya sudah dikecewakan oleh para pemilik klub terkait European Super League.

Dalam pertemuan itu pula, 14 klub ini menginginkan Premier League memperketat aturan untuk ke depannya. Namun untuk saat ini harus tetap membuka kemungkinan menyambut kembali enam klub 'pembelot' tersebut dengan tangan terbuka, sebab mereka krusial terhadap sukses komersial dan olahraga di kompetisi.

Sky Sports melaporkan bahwa kemungkinan akan ada pertemuan lain untuk mendiskusikan persoalan ini.

(raw/aff)