Legenda Liverpool: Pendukung MU Berhak Demonstrasi, tapi...

Lucas Aditya - Sepakbola
Senin, 03 Mei 2021 15:45 WIB
Fans make their way past barriers outside the ground as they let off flares whilst protesting against the Glazer family, owners of Manchester United, before their Premier League match against Liverpool at Old Trafford, Manchester, England, Sunday, May 2, 2021. (Barrington Coombs/PA via AP)
Legenda Liverpool, Graeme Souness, menilai aksi pendukung Manchester United bisa membahayakan orang lain. (Foto: AP/Barrington Coombs)
Manchester -

Legenda Liverpool Graeme Souness juga menegaskan aksi pendukung Manchester United berdemonstrasi tak salah. Tapi, dia meminta agar tak membahayakan orang lain.

Aksi unjuk rasa pendukung MU dilakukan, Minggu (2/5/2021). The Sun mengabarkan ada sekitar 10 ribu orang yang menyampaikan protes ke pemilik klub, keluarga Glazer.

Sebanyak 200 orang menerobos masuk ke dalam Old Trafford, melalui Sir Bobby Charlton Stand. Aksi perusakan pun dilakukan.

Bendera tendangan sudut dicabut. Kamera Sky Sports juga dilaporkan dicuri. Dua orang petugas polisi terluka, satunya mengalami luka serius karena diserang dengan botol di wajahnya.

Pendukung MU juga melemparkan flare ke arah tribune di Old Trafford. Menuju tempat para pundit Sky Sports biasa melakukan siaran.

Karena aksi demonstrasi ini, MU vs Liverpool akhirnya ditunda. The Red Devils juga tertahan di Hotel Lowry, ada banyak pendukung tim yang menunggu di pintu masuk hotel tempat berkumpul sebelum laga.

Sounnes pun mengungkapkan bahwa aksi pelemparan flare ke tribune bisa membahayakan penonton atau orang lain.

"Seseorang bisa terbunuh kalau terhantam sebuah proyektil. Jujur saja, seseorang melempat flare ke tribune hari ini. Anda itu mengenai salah satu dari kami, kami bisa dilakukan ke rumah sakit dan mempunyai bekas luka seumur hidup," kata Souness di Daily Mail.

"Seorang anak tewas karena flare di Cardiff. Saya tak mengritik pendukung Man United secara garis besar, tapi anda tak bisa menganggap remeh itu."

"Itu (flare) bisa memberi tanda pada seseorang seumur hidup. Kami duduk di sini bilang bahwa mereka mempunyai hak untuk berunjuk rasa, tapi seseorang yang idiot bisa membunuh orang di sini hari ini," kata Souness menambahkan.

(cas/krs)