Peter Schemeichel Kecewa sama Demo Fans MU karena Hal Ini

Lucas Aditya - Sepakbola
Senin, 03 Mei 2021 20:40 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - MAY 02: Fans are seen protesting Manchester Uniteds Glazer ownership outside the stadium prior to the Premier League match between Manchester United and Liverpool at Old Trafford on May 02, 2021 in Manchester, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Getty Images/Getty Images)
Peter Schmeichel kecewa dengan demonstrasi rusuh pendukung Manchester United. (Foto: Getty Images/Getty Images)
Jakarta -

Demonstrasi pendukung Manchester United berjalan panas. Eks kiper Setan Merah, Peter Schmeichel, kecewa dengan aksi perusakan yang terjadi.

Pendukung MU melakukan protes ke pemilik klub, keluarga Glazer. European Super League menjadi pemicunya, MU salah satu pemrakarsanya.

Unjuk rasa suporter MU terjadi 3,5 jam sebelum duel dengan Liverpool di Old Trafford, Minggu (2/5/2021).

Invasi lapangan membuat MU vs Liverpool ditunda. Sementara di hotel tempat pemain MU berkumpul, Lowry Hotel, juga dipenuhi oleh massa pendukung tim yang menyampaikan pendapat.

The Sun mengabarkan ada sekitar 10 ribu orang yang berunjuk rasa, sekitar 200 orang menginvasi lapangan dan menimbulkan kerusakan fasilitas stadion. Ada 2 petugas polisi yang terluka. Adanya kericuhan, yang menimbulkan korban, itulah yang bikin Schmeichel merasa kecewa.

"Ya, saya tak senang. Saya pikir, dan lagi, kita sudah dikecewakan oleh hanya beberapa orang saja," kata Schmeichel di Daily Star.

"Manchester United Supporters mengundang untuk demonstrasi ini, meminta untuk unjuk rasa yang damai, yang lainnya akan menjadi bumerang untuk kami, mereka bilang diundang."

"Mereka juga bilang jangan melakukan apapun yang berdampak pada tim atau klub dan lagi, beberapa orang merusaknya yang berdampak pada semua orang. Itu sangat mengecewakan."

"Saya pikir, sekarang urusan polisi, mereka butuh mengatasi itu. Saya pikir penting kami harus tetap pada tujuan utama, alasan di belakang ini --mengapa ada alasan demonstrasi," kata dia menambahkan.

(cas/krs)