Unek-unek Kai Havertz

Afif Farhan - Sepakbola
Sabtu, 22 Mei 2021 20:45 WIB
LONDON, ENGLAND - DECEMBER 08:  Kai Havertz of Chelsea during the UEFA Champions League Group E stage match between Chelsea FC and FC Krasnodar at Stamford Bridge on December 08, 2020 in London, England. A limited number of fans (2000) are welcomed back to stadiums to watch elite football across England. This was following easing of restrictions on spectators in tiers one and two areas only. (Photo by Catherine Ivill/Getty Images)
Unek-unek Kai Havertz (Getty Images/Catherine Ivill)
London -

Kai Havertz belum memperlihatkan tajinya di Chelsea. Pemain asal Jerman itu pun mengeluarkan unek-unek isi hatinya.

Kai Havertz merupakan pembelian termahal Chelsea di musim panas kemarin. Chelsea harus merogoh kocek sebesar 80 juta euro atau setara Rp 1,3 triliun ke Bayer Leverkusen dan diikat kontrak sampai tahun 2025.

Pemain berusia 21 tahun tersebut mampu tampil apik bersama Bayer Leverkusen di Bundesliga dalam dua musim terakhir. 17 Gol dan 12 gol dibukukannya, serta mampu bermain di berbagai pos dari penyerang sayap sampai jadi striker.

Sayangnya, musim pertama di Chelsea ini belum berjalan mulus buat Kai Havertz. Baru empat gol dan lima assist dicetaknya dari 26 laga di Liga Inggris.

LONDON, ENGLAND - MARCH 17: Kai Havertz of Chelsea in action during the UEFA Champions League Round of 16 match between Chelsea FC and Atletico Madrid at Stamford Bridge on March 17, 2021 in London, England. Sporting stadiums around the UK remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Mike Hewitt/Getty Images)Kai Havertz belum terlihat wow di Chelsea (Getty Images/Mike Hewitt)

Kai Havertz belum memperlihatkan kemampuan terbaiknya. Havertz bak kesulitan bergaya dengan permainan di tanah Inggris.

"Ini musim yang sulit. Ada banyak perubahan yang harus saya hadapi," kata Havertz membuka cerita kepada Sky Sports.

"Intensitasnya di sini lebih banyak daripada di Jerman, jujur saja," sambungnya.

Kai Havertz harus menyesuaikan tinggal di London. Celakanya di tengah pandemi Corona, Havertz tidak sempat menikmati masa-masa transisi di London alias harus terus isolasi diri di rumah. Plus, dirinya juga sempat positif Corona.

"Saya belum mengenal kota ini lebih dekat. Sehari-hari harus di rumah saja," ungkapnya.

"Saya tahu ini adalah musim yang sulit bagi saya, bukan musim terbaik saya. Tetapi saya tahu sebelum datang, saya akan membutuhkan beberapa bulan untuk beradaptasi dengan liga ini," lanjutnya.

Kai Havertz mengaku, dirinya terus bekerja keras supaya bisa bermain gemilang. Dia akan terus berjuang untuk bikin gol.

"Dua-tiga bulan terakhir saya mulai nyaman dan bisa bikin gol. Tentu, saya mau terus bermain dan memberikan yang terbaik," tutupnya.

(aff/cas)