Antonio Conte Tolak Tottenham Hotspur karena...

Adhi Prasetya - Sepakbola
Kamis, 10 Jun 2021 19:10 WIB
CROTONE, ITALY - MAY 01: Head coach of Inter Antonio Conte looks on during the Serie A match between FC Crotone and FC Internazionale at Stadio Comunale Ezio Scida on May 01, 2021 in Crotone, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors.  (Photo by Maurizio Lagana/Getty Images)
Conte baru saja keluar dari Inter Milan pada Mei lalu. Foto: (Getty Images/Maurizio Lagana)
Jakarta -

Antonio Conte batal direkrut sebagai manajer baru Tottenham Hotspur. Pria asal Italia itu mengisyaratkan proyek yang diusung The Lilywhites tak cukup meyakinkan buatnya.

Setelah keluar dari Inter Milan, Conte sempat didekati oleh Tottenham untuk mengisi posisi manajer yang masih lowong saat ini. Komunikasi intens bahkan sudah dilakukan kedua pihak.

Namun kini Tottenham berbalik arah dan mendekati eks pelatih AS Roma, Paulo Fonseca. Pembicaraan dengan Conte pun akhirnya berhenti begitu saja.

The Athletics sebelumnya mengabarkan ada tiga hal utama yang membuat Tottenham gagal bersepakat dengan Conte gagal. Pertama yakni permintaan gaji Conte yang dianggap kemahalan, yakni 12 juta Euro per musim.

Kedua, Conte meminta dana transfer untuk memperkuat tim, sementara Tottenham ingin Conte memaksimalkan para pemain muda. Terakhir, Conte hanya dibolehkan membawa 4 orang staf, sementara pelatih asal Lecce itu sebelumnya punya 9 asisten.

Dalam wawancara bersama La Gazzetta dello Sport, Conte menjelaskan soal ambisinya untuk membangun klub meraih kesuksesan. Jawabannya diyakini mengarah ke situasinya dengan Tottenham, meski Conte tak secara spesifik menyebut nama klub.

"Pasar yang mengatur harga, namun seandainya saya terobsesi dengan uang, saya akan tetap tinggal di klub saya sebelumnya. Saya akan menerima kompromi dan memperoleh kontrak baru," ujar Conte.

"Tapi saya ingin mencari sebuah proyek, dan saya siap di rumah saja jika memang tak ada yang meyakinkan buat saya. Ini ada kaitannya dengan visi, kejujuran, dan prinsip."

"Biasanya, saya menyukai tantangan, dan saya telah banyak menerimanya dalam karier saya. Bahkan klub top yang saya latih bukanlah favorit juara sewaktu saya datang."

"Tapi, kalau ada satu hal yang tak meyakinkan buat saya, saya memilih tak menerimanya, terlepas berapapun bayarannya," kata pelatih yang pernah meraih gelar liga bersama Juventus, Chelsea, dan Inter Milan itu.

(adp/krs)