Bos LaLiga Singgung Guardiola yang Belanja Gila-gilaan demi Trofi

Rifqi Ardita Widianto - Sepakbola
Jumat, 09 Jul 2021 17:10 WIB
MANCHESTER, ENGLAND - MAY 23: Rodolfo Borrell, Assistant Coach of Manchester City, Pep Guardiola, Manager of Manchester City, and Juanma Lillo, Assistant Manager of Manchester City celebrates with the Premier League Trophy as Manchester City are presented with the Trophy as they win the league following the Premier League match between Manchester City and Everton at Etihad Stadium on May 23, 2021 in Manchester, England. A limited number of fans will be allowed into Premier League stadiums as Coronavirus restrictions begin to ease in the UK. (Photo by Dave Thompson - Pool/Getty Images)
Pep Guardiola membawa Manchester City meraih 10 trofi, termasuk tiga titel Premier League. (Foto: Dave Thompson/Getty Images/Pool)
Jakarta -

Komentar pedas Presiden LaLiga Javier Tebas tak cuma menyasar Manchester City, namun juga manajernya, Pep Guardiola. Tebas menyinggung belanja masif Guardiola.

Pernyataan Javier Tebas dipicu soal kemungkinan Manchester City merekrut Lionel Messi. Saat ini pemain 34 tahun itu berstatus tanpa klub, sehingga bisa direkrut siapapun secara cuma-cuma.

Tapi Tebas percaya bahwa jika Barcelona tak bisa memperbarui kontrak Messi tanpa perubahan gaji, maka Manchester City pun tak akan mampu. Sebab pandemi membuat klub milik Abu Dhabi United Group tersebut juga kehilangan banyak uang.

Satu-satunya jalan Manchester City merekrut Lionel Messi adalah dengan suntikan dana dari Abu Dhabi, yang mana tidak dibenarkan. Citizens sempat dihukum UEFA karena persoalan ini, namun hukumannya diringankan oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).

Tebas turut menyindir Manajer Man City Pep Guardiola, yang sudah menghabiskan sekitar 925 juta euro untuk transfer pemain sejauh ini. Jumlah itu setara dengan Rp 15,9 triliun.

"Manchester City sudah kehilangan 270 juta euro (akibat pandemi) jadi jelas mereka bahkan tidak akan mempertimbangkan untuk merekrutnya (dengan gaji lama). Kalau mereka melakukannya, itu akan jadi doping finansial," ungkapnya dikutip Sky Sports.

"Saya sudah mengatakan Guardiola soal ini juga. Saya sudah mengatakan secara langsung kepadanya, 'Memangnya kamu bakal memenangi titel sebanyak ini kalau tanpa doping ekonomi sebanyak ini?'," sambung Tebas.

Manchester City disanksi UEFA akibat penggelembungan dana sponsor, dengan dugaan aliran dana pemerintah Uni Emirat Arab. Javier Tebas meminta masalah ini benar-benar ditangani dengan serius.

"Bukan uang sesungguhnya yang terlibat di sini karena itu bukan dihasilkan dari klubnya sendiri. Kalau uang di industri sepakbola tak dihasilkan oleh sepakbola, itu cuma memicu inflasi. Dan itu jenis inflasi yang buruk," kata Tebas memaparkan.

"Lalu itu menghancurkan sepakbola, karena klub-klub harus mengerahkan semua upaya ini yang mana cukup jauh di atas kapasitas keuangan mereka. Kita perlu sungguh-sungguh melawan ini dan akan terus melakukan ini."

"Ini adalah salah satu masalah yang tertunda di sepakbola Eropa dan kalau tidak diselesaikan segera, ini bisa membawa kita ke situasi finansial yang sangat rumit."



Simak Video "Misi Balas Dendam Guardiola untuk Chelsea-nya Tuchel"
[Gambas:Video 20detik]
(raw/cas)